Jadi Alternatif Minyak Goreng, BUMN Dorong Produksi Minyak Makan Merah

Sampel minyak makan merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/6/2022). (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 7 Januari 2023 | 12:00 WIB

Sariagri - Pemerintah lewat Kementerian BUMN bersama Kementerian Koperasi dan UKM tengah menyiapkan proyek percontohan minyak makan merah yang bisa dijadikan alternatif pengganti minyak goreng. Menteri BUMN Erick Thohir berharap agar proyek percontohan di Sumatera Utara ini dapat diterapkan di provinsi lain di seluruh Indonesia.

"BUMN siap memfasilitasi proyek rintisan produksi minyak makan merah ini. Kita juga akan bantu pemasarannya hingga ke luar negeri seperti China dan Afrika," kata Erick dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/1/2023).

Menurut hasil penelitian oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) minyak makan merah yang juga berasal dari minyak kelapa sawit itu ditemukan lebih sehat dibanding minyak makan biasa karena tidak melewati proses bleaching.

Maka dari itu, warna merah buah sawit tetap dipertahankan karena di sanalah terkandung karotenoid dan fitonutrien yang kaya provitamin A dan vitamin E. Kandungan provitamin A dapat menggantikan suplementasi vitamin A yang antara lain dapat mencegah stunting (kekerdilan) pada anak.

Ini lantaran kombinasi karoten dan tokotrienol di dalamnya berperan aktif dalam meningkatkan imunitas tubuh dan menekan infeksi saluran pencernaan sehingga metabolisme gizi yang diasup anak dapat terserap maksimum. Selain itu, komposisi asam lemak pada minyak makan merah juga berperan dalam pembentukan dan perkembangan otak, sistem regulasi hormon pertumbuhan, dan metabolisme anak.

Baca Juga: Jadi Alternatif Minyak Goreng, BUMN Dorong Produksi Minyak Makan Merah
Kenali Ciri-ciri Minyak Goreng yang Berkualitas dan Menyehatkan Badan

Dibandingkan dengan minyak sawit mentah dalam bentuk Virgin Palm Oil (VPO), komposisi asam lemak jenuh Minyak Makan Merah lebih rendah dibanding VPO. “Banyak yang belum tahu keunggulan minyak makan merah. Bahkan minyak ini, kata sebuah riset, mampu menekan kolesterol,” ucap Erick.

Sementara dari sisi harga, minyak makan merah dapat dijual dengan harga lebih murah daripada minyak goreng yang dikonsumsi masyarakat saat ini. Itu bisa diwujudkan lantaran memangkas proses penyulingan yang otomatis juga memangkas biaya produksinya.