Harga Gandum Berjangka Naik, Imbas Pengetatan Pasokan Global

Ilustrasi gandum (Pixabay)

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Senin, 22 November 2021 | 14:40 WIB

Sariagri - Harga gandum berjangka Amerika Serikat (AS) melesat 1 persen karena kekhawatiran pengetatan pasokan global mendorong harga ke level tertinggi hampir sembilan tahun.

Harga gandum berjangka yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) melonjak 1 persen menjadi 843 dolar AS per bushel, pada pukul 09.29 WIB, Senin (22/11), mendekati 845,75 dolar AS per bushel - level tertinggi sejak Desember 2012. Gandum CBOT melambung 1,7 persen pada penutupan Jumat.

Kedelai berjangka yang paling aktif mendatar di 1.262,75 dolar AS per bushel setelah ditutup melemah 0,9 persen pada sesi Jumat.

Jagung berjangka yang paling aktif stabil di 571 dolar AS per bushel setelah ditutup lebih rendah 0,4 persen pada sesi sebelumnya.

Pekan lalu, The International Grains Council memangkas proyeksi untuk produksi gandum global 2021/22, menggarisbawahi kekhawatiran tentang berkurangnya stok.

Hujan lebat di Australia menambah kekhawatiran pasokan, mengancam akan merusak apa yang telah diperkirakan sebagai panen besar yang bakal membantu mengisi kembali ketersediaan ekspor.

Baca Juga: Harga Gandum Berjangka Naik, Imbas Pengetatan Pasokan Global
Pasokan Global Mengetat, Harga Gandum Berjangka Melesat

Dolar AS diperdagangkan mendekati level tertinggi 16-bulan terhadap euro, Senin, di tengah meningkatnya kecemasan atas dampak lonjakan infeksi Covid-19 di Eropa, dengan Austria memberlakukan kembali penguncian penuh dan Jerman mempertimbangkan untuk mengikutinya.

Minyak mentah merosot ke posisi terendah tujuh minggu, Senin, memperpanjang kejatuhan setelah penurunan sesi sebelumnya, di tengah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan setelah Jepang mengatakan sedang mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak dan penyusutan permintaan dari situasi Covid-19 yang memburuk di Eropa.

Video Terkait