Everfresh, Terobosan Bahan Pangan Cegah Terjadinya Serangan COVID-19 Gelombang Ketiga

Sebuah fresh market pandemi COVID-19. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 1 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Sariagri - Mencegah terjadinya pandemi COVID-19 gelombang ketiga sekaligus meningkatkan serapan hasil produksi petani di masa panen raya, seorang pemuda milenial di Kota Surabaya, Jawa Timur, menggagas berdirinya usaha fresh market.

Terobosan perdagangan aneka pangan yang diberi nama Everfresh, digagas Dimas Agung Mahendra (28 tahun) Warga Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng Surabaya. Ia sengaja mendirikan usaha distributor pangan dengan konsep menjual produk hasil pertanian yang bersih dan berkualitas sesuai standar supermarket, namun harga jual sesuai standar pasar tradisional.

“Konsepnya sangat sederhana, kami layaknya supermarket digital yang menyajikan aneka kebutuhan dapur seperti sayuran, beras, buah, daging hingga ikan. Semua bahan pangan itu kami dapatkan dari mitra petani dan telah melewati tahap quality control.sehingga barang tiba di tangan konsumen benar-benar masih fresh dan harganya seperti yang ada di pasar tradisional, “ beber pendiri Everfresh, Dimas Agung Mahendra kepada Sariagri, Jumat (1/10/2021).

Dimas mengatakan untuk bisa mendapatkan bahan kebutuhan memasak dapur yang diinginkan pelanggan hanya memesan lewat pesan whatsapp dan barang akan dikirim langsung ke rumah pemesan tanpa dikenakan biaya pengiriman alias gratis ongkir untuk wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

“Produk hasil pertanian yang dijual ini, lanjutnya, diantar langsung ke rumah pelanggan tanpa ada minimal jumlah barang yang dipesan. pelanggan hanya memesan bahan pokok yang diinginkan melalui pesan whatsapp atau instagram yang tersedia dan biayanya bisa melalui transfer, “ ujarnya.

 Dimas menambahkan kemudahan dalam berbelanja ini, dibuat untuk menghindari kerumunan saat pandemi.

“PPKM turun level menjadi zona kuning dan hijau membuka peluang warga menyerbu pasar tradisional dan supermarket. Akhirnya terjadi kerumunan yang berpotensi sebagai ancaman pandemi covid-19 gelombang ketiga. Karena itu hadirnya everfresh mencegah terjadinya hal itu, “ terangnya.

Dimas juga memberikan garansi terhadap produk yang ditawarkannya. Jika pelangan menerima pesanan tidak sesuai, langsung diganti dengan produk baru yang dijamin lebih segar dan hiegenis karena dikemas sesuai standar kesehatan serta kebersihan.

“Sayur mayur, daging, ikan, buah maupun bahan pokok lainnya, kami jamin bersih dan berkualitas. Kami jaga benar-benar hiegenis, bahkan sebelum dikirim sayur mayur atau daging segar disiapkan melalui proses sortir dan pembersihan serta dikemas dengan rapi dan terlindungi, “ imbuhnya.

Ia menerangkan komoditi sayur mayor, daging maupun bahan pokok lainnya, selama ini diperoleh langsung dari petani di daerah Malang, Gresik dan Sidoarjo. Total ada 35 petani yang sudah bekerja sama dengan 130 jenis produk hasil pertanian.

Bahkan pihaknya sudah melakukan upaya pemberdayaan bagi warga terdampak pandemi yang tinggal di kawasan pinggiran kota sebagai mitra mikromarket.

“Saat ini, sudah ada 103 orang yang menjadi mitra mikromarket di Kota Surabaya dan masih membutuhkan lebih dari 2.400 mitra lagi di tingkat RT untuk mencapai target hingga 1.000 outlet di sekitar aglomerasi Surabaya Raya, “ paparnya.

Baca Juga: Everfresh, Terobosan Bahan Pangan Cegah Terjadinya Serangan COVID-19 Gelombang Ketiga
Harga Tomat di NTB Meroket, Omzet Penjualan Cabai Malah Anjlok

Hadirnya terobosan Everfresh, disambut baik oleh sejumlah pelanggan. Mereka mengaku senang dan terbantu dengan adanya layanan everfresh, karena tidak perlu pergi ke pasar untuk berbelanja dan mencari bahan pokok untuk dimasak. Selain itu, juga menghindari adanya kerumunan di dalam pasar di masa pandemi saat ini.

“Senang banget dan terbantu sekali, sebab saat ini memang sudah ada kelonggaran belanja di pasar maupun datang ke supermarket yang ada di mall karena PPKM turun level. Namun yang dikhawatirkan bakal jadi ancaman ledakan angka positif lagi jika ada kerumunan, “ tandas salah seorang pelanggan, Umi Aisyah.

 Video terkait:

Video Terkait