Cabai dan Bawang Merah Pengaruhi Inflasi Dua Daerah Ini

Ilustrasi - Hasil pertanian cabai merah. (Pxhere)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 3 Juli 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Rony Hartawan mengatakan faktor cuaca dengan curah hujan tinggi memengaruhi tingkat produktivitas dan harga produk pertanian, teutama cabai dan bawang merah. Kondisi ini berdampak terhadap inflasi di Purwokerto dan Cilacap, Jawa Tengah pada bulan Juni 2022. 

Tingkat inflasi di Purwokerto pada Juni 2022 sebesar 0,59 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 0,63 persen (mtm). Sedangkan di Cilacap inflasi bulan Juni 2022 mencapai 0,71 persen (mtm) lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya 0,59 persen (mtm). 

Menurut dia, salah satu pendorong inflasi di Purwokerto dan Cilacap berupa kenaikan harga komoditas cabai seiring dengan menurunnya pasokan akibat faktor cuaca. Selain itu, curah hujan yang tinggi turut mendorong peningkatan hama dan penyakit tanaman, sehingga memengaruhi tingkat produksi pada bawang merah.

"Tren kenaikan harga juga merupakan imbas dari penurunan luas tanam pada bulan Maret 2022. Di samping curah hujan yang tinggi, peningkatan harga pupuk dan obat-obatan juga turut mendorong peningkatan biaya produksi," ujarnya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.

Rony mengatakan tekanan inflasi di Purwokerto terutama dari peningkatan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,37 persen (mtm).

"Jika dilihat dari komoditasnya, yang menjadi penyumbang inflasi terbesar pada periode ini adalah komoditas cabai merah (0,20 persen), cabai rawit (0,15 persen), bawang merah (0,09 persen), kue kering berminyak (0,08 persen), dan bakso siap santap (0,08 persen)," katanya.

Di sisi lain, kata dia, terdapat beberapa komoditas yang mengalami koreksi harga seperti minyak goreng, daging ayam ras, bawang putih, daging sapi dan pepaya. Dengan perkembangan itu, lanjut dia, inflasi di Purwokerto secara tahun kalender tercatat 4,46 persen (ytd) dan secara tahunan 6,11 persen (yoy) pada posisi Juni 2022.

"Capaian inflasi tahunan tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi di Purwokerto pada Juni tahun 2019 sampai dengan 2021 yang sebesar 1,69 persen (yoy)," kata Rony.

Sementara di Cilacap, inflasi bulan Juni  utamanya bersumber dari peningkatan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,60 persen (mtm).

"Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi adalah cabai merah (0,20 persen), cabai rawit (0,18 persen), bawang merah (0,17 persen), telur ayam ras (0,05 persen), dan air kemasan (0,04 persen)," katanya.

Menurut dia, beberapa komoditas yang mencatatkan koreksi harga di antaranya daging ayam ras, angkutan antar kota, minyak goreng, bawang putih, dan kacang.

Baca Juga: Cabai dan Bawang Merah Pengaruhi Inflasi Dua Daerah Ini
Harga Cabai Merah dan Terigu Naik, Ini Rincian Harganya



Dia mengatakan inflasi di Cilacap secara tahun kalender tercatat 5,00 persen (ytd), sedangkan secara tahunan sebesar 6,47 persen (yoy) pada posisi Juni 2022.

"Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi di Cilacap pada Juni tahun 2019 sampai dengan 2021 yang sebesar 1,46 persen (yoy)," pungkas Rony. 

Video Terkait