Studi Baru: Daging Merah Sumber Protein Terbaik daripada Daging Alternatif

Ilustrasi daging merah (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Kamis, 30 Juni 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Sariagri - Sebuah studi baru membuktikan bahwa daging merah adalah sumber protein yang lebih baik daripada (daging) alternatif berbahan nabati yang diproses.

Uji klinis pada manusia yang dilakukan untuk program penelitian Pasture Raised Advantage, menemukan bahwa daging asli memberikan lebih banyak blok pembangun protein esensial.

Proyek multidisiplin empat tahap ini mengeksplorasi manfaat kesehatan dan kesejahteraan dari makan daging sapi dan domba yang dibesarkan di padang rumput sebagai bagian dari pola makan seimbang, dibandingkan dengan daging sapi alternatif nabati.

Studi ini merupakan kolaborasi antara peneliti di AgResearch, University of Auckland, Massey University dan Riddet Institute, demikian dilansir nzherald.co.nz.

Dalam dua uji klinis pertama, tiga puluh peserta berusia 20-34 tahun diberi makan sarapan pada empat hari yang berbeda, kemudian darah, gejala pencernaan, dan suasana hati mereka dipantau selama empat jam segera setelah makan.

Sarapan yang disajikan adalah burrito yang mengandung satu porsi protein berbeda setiap hari, yakni daging sapi yang dibesarkan di padang rumput, daging sapi alternatif nabati, daging domba dan daging domba alternatif nabati.

Semua makanan tersebut disajikan secara acak untuk setiap peserta selama empat hari.

"Kami mengukur nutrisi dalam darah para peserta dan melihat perbedaan yang signifikan pada jenis dan jumlah asam amino yang berasal dari pencernaan protein daging merah dibandingkan dengan protein alternatif daging olahan," kata Dr Andrea Braakhuis dari University of Auckland, yang bertanggung jawab atas penelitian ini.

Baca Juga: Studi Baru: Daging Merah Sumber Protein Terbaik daripada Daging Alternatif
Benarkah Makan Daging Bisa Bikin Panjang Umur? Berikut Penjelasan dari Ahli



Hasil penelitian menunjukkan, asam amino dari daging merah (asli) memiliki nilai biologis yang lebih besar dan diserap lebih baik oleh tubuh.

Braakhuis mengatakan, hasil klinis ini sama dengan hasil uji laboratorium pada makanan yang sama oleh Massey University, yang menunjukkan daging merah dicerna lebih baik daripada daging alternatif nabati.

"Proyek kami menunjukkan bahwa daging merah mungkin merupakan sumber protein yang lebih baik bagi tubuh daripada produk nabati olahan yang dipromosikan sebagai alternatif daging," kata Braakhuis sembari menjelaskan bahwa uji klini kedua sedang berlangsung.

Dewasa ini, banyak dikembangkan formula daging alternatif berbahan nabati untuk menggantikan daging sapi asli yang dianggap memiliki jejak karbon yang merusak lingkungan.

Akan tetapi  banyak kalangan kesehatan dan ahli gizi yang mempertanyakan kualitas protein dari daging tiruan, dan hasil penelitian ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan tersebut.

 

Video Terkait