Food Station Akan Bangun Pabrik Migor dengan Nilai Investasi Rp150 Miliar

Ilustrasi - Minyak goreng. (Antara)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 28 Juni 2022 | 19:25 WIB

Sariagri - BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya bersinergi dengan BUMD pangan di Jawa Barat dan Jawa Tengah berencana membangun pabrik minyak goreng di Cilegon, Banten. Nilai investasinya sekitar Rp150 miliar.

"Bentuknya adalah penyertaan modal investasi, KSO kerja sama investasi," ujar Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo usai mengikuti seminar ekonomi bisnis 2022 di Kempinski, Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Rencananya, pembangunan pabrik akan dimulai pada Januari 2023 dan ditargetkan rampung sekitar Juni 2023.

Sebagai permulaan, lanjut dia, pada Rabu (29/6/2022) akan dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Food Station dengan pemilik lahan kawasan industri Krakatau.

Selain itu, lanjut dia, akan ada penandatanganan nota kesepahaman dengan salah satu anak usaha BUMN, PT Perkebunan Nusantara III dan IV yang mengolah minyak sawit mentah (CPO).

Pamrihadi menambahkan dipilihnya Cilegon sebagai lokasi pabrik karena untuk efisiensi mengingat lokasinya berada di dekat dermaga sehingga memudahkan proses bongkar muat CPO yang dikirim dari Kalimantan dan Sumatera.

Awalnya, pabrik rencananya ada di Jawa Barat namun mempertimbangkan efektivitas sehingga dialihkan ke Cilegon.

Selain kerja sama modal bersama dua BUMD Pangan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, ketiganya juga akan bekerja sama dalam penyerapan produksi.

Sedangkan terkait kebutuhan anggaran itu, pihaknya tidak akan menggunakan dana dari APBD namun diperkirakan menggunakan skema pembiayaan perbankan.

"Tidak ada dari APBD. Jadi dari tiga BUMD, apakah penyertaan modalnya menggunakan kredit dari bank," imbuhnya.

Baca Juga: Food Station Akan Bangun Pabrik Migor dengan Nilai Investasi Rp150 Miliar
Teknik Menggoreng Deep Frying, Simak Kekurangan dan Kelebihannya



Dia menampik pembangunan pabrik itu karena ada kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu, namun lebih sebagai upaya menjaga ketersediaan stok pangan utama sama halnya dengan komoditas utama lain seperti beras.

Saat ini pihaknya sedang melakukan kajian mendalam terkait rencana pembangunan pabrik minyak goreng itu termasuk menyangkut untung dan rugi.

Video Terkait