Minyak Dedak Padi Jadi Komoditas di India, Gantikan Bunga Matahari

Ilustrasi minyak nabati. (Foto: Pixabay)

Editor: Putri - Sabtu, 25 Juni 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - Dedak padi menjadi komoditas yang dicari di India sebagai solusi mengatasi kekurangan minyak nabati yang disebabkan oleh gangguan pasokan dunia. India biasanya memenuhi lebih dari dua pertiga kebutuhan minyak bunga matahari melalui impor dari Ukraina.

Mengutip Straits Times, Sabtu (25/6/2022), dedak padi secara tradisional digunakan untuk pakan ternak dan unggas. Dalam beberapa tahun terakhir, pabrik minyak mulai mengekstraksi minyak beras, yang populer di kalangan konsumen yang sadar akan kesehatan. Namun minyak beras harganya lebih mahal.

Minyak dari dedak padi menyumbang sebagian kecil konsumsi minyak nabati di India, tetapi merupakan salah satu yang tumbuh paling cepat di antara minyak nabati dari bahan lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pejabat industri India.

Disebutkan bahwa naiknya harga minyak nabati global karena pembatasan Indonesia pada ekspor minyak sawit. Gangguan pengiriman minyak bunga matahari dari Ukraina menghapus nilai premiumnya dan minyak dedak padi jadi pilihan.

Hal itu memicu lonjakan permintaan minyak dedak padi yang memiliki sifat dan rasa mirip dengan minyak bunga matahari.

Ketika impor minyak bunga matahari dari Ukraina mulai bermasalah, konsumen mulai menggantinya dengan minyak dedak padi. Hal tersebut disampaikan sekretaris jenderal Asosiasi Internasional Minyak Dedak Padi India, B.V. Mehta.

Baca Juga: Minyak Dedak Padi Jadi Komoditas di India, Gantikan Bunga Matahari
Tahun Ini Produksi Padi Berpotensi Naik, BPS Minta Petani Waspadai Banjir

"Karena COVID-19, saya mencari pilihan makanan yang lebih sehat. Saya pertama kali menggunakan minyak dedak padi untuk manfaat kesehatan enam bulan lalu dan sejak itu saya menggunakannya," kata seorang ibu rumah tangga di Mumbai, Aditi Sharma.

Minyak dedak padi biasanya memiliki premi sekitar 25 persen dibandingkan minyak lainnya. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir lebih murah daripada minyak nabati impor, sehingga lebih terjangkau untuk massa, menurut data yang dikumpulkan oleh Solvent Extractors' Association of India (SEA).

Video Terkait