Pemerintah Malaysia Batal Naikkan Harga Daging Ayam

Ilustrasi daging ayam. (Pixabay)

Editor: Putri - Sabtu, 25 Juni 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Malaysia memutuskan untuk tetap mempertahankan batas harga ayam. Keputusan itu, kata Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob, dibuat agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan biaya hidup.

“Pemerintah memutuskan harga ayam di pasar tidak akan naik,” kata PM Ismail, mengutip Straits Times, Sabtu (25/6/2022).

Harga pagu baru akan diumumkan "dalam waktu dekat" oleh Menteri Pertanian dan Industri Makanan Ronald Kiandee, tambahnya.

Dia juga mengatakan tarif listrik dan air tidak akan dinaikkan, yang berarti pemerintah akan terus membayar subsidi sebesar 5,8 miliar ringgit Malaysia (sekitar Rp19,5 miliar). Biaya tersebut untuk menutupi kenaikan biaya bahan bakar dan pembangkit listrik.

“Keputusan ini membuktikan kepedulian pemerintah terhadap pentingnya melindungi Keluarga Malaysia agar mereka tidak terbebani dengan tantangan kenaikan harga dan biaya hidup,” ujar PM Malaysia.

Pengumuman tersebut datang hanya beberapa hari setelah Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen Alexander Nanta Linggi mengatakan harga ayam akan naik mulai 1 Juli. Pemerintah mengizinkan harga ditentukan oleh pasar untuk mengatasi kekurangan pasokan.

Menteri Alexander sebelumnya memperkirakan bahwa harga ayam akan menembus 10 ringgit Malaysia atau Rp33.688 per kg tetapi tidak melebihi 12,50 ringgit Malaysia atau Rp42.110 per kg ketika subsidi dihentikan.

Sejak Februari, pemerintah Malaysia telah membatasi harga ayam standar pada 8,90 ringgit per kg (Rp29.982).

Pasokan ayam Malaysia pertama kali mulai menyusut pada Februari. Hal tersebut memaksa pemerintah memberlakukan larangan ekspor ayam hidup hingga produksi dan harga stabil.

Baca Juga: Pemerintah Malaysia Batal Naikkan Harga Daging Ayam
Optimalisasi Manfaat Susu Unta Terus Dilakukan

Pada puncak krisis, produsen ayam mengklaim melonjaknya harga pakan membuat mereka tidak bisa lagi memasok unggas dengan batas harga yang ada. Karena pasokan domestik menunjukkan tanda-tanda perbaikan, larangan itu sebagian dicabut pada 14 Juni, memungkinkan ekspor ayam kampung hidup.

Malaysia juga melakukan penimbunan stok ayam sebagai langkah jangka pendek dalam mengatasi kekurangan pangan dan inflasi. Inflasi telah membuat banyak pelaku industri gulung tikar dan membuat konsumen terus merogoh kocek dalam.

Video Terkait