Kisah Mbah Langkung Pedagang Legendaris yang Dicari Jenderal Kopassus

Mbah Langkung pedagang legendaris . (YouTube Kandang Menjangan)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Minggu, 19 Juni 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Jika melintas di dekat markas Kopassus Grup 2 di Kandang Menjangan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, nama Mbah Langkung tak akan asing.

Betapa tidak, nenek berusia 85 tahun itu merupakan sosok legendaris di Kandang Menjangan. Ia berjualan sejak muda, sehingga menjadi saksi sejarah berdirinya Markas Grup 2 Kopassus.

Panganan yang disajikan begitu sederhana, tapi mampu mengunggah selera. Adapun yang dijajakan yaitu nasi rames dengan sayur mayur, lauk, camilan dan gorengan.

Menurut penuturannya, Mbah Langkung berjualan sejak Kopassus masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada tahun 1965.

“Sudah lama pak, sebelum Kopassus sejak RPKAD, Kopassandha dan Kopassus. Saya sempat dimarahi dan jangan masuk. Saya izin dulu sama wadan Kopassus,” ujarnya seperti dikutip dari Kandang Menjangan Channel.

Sebelumnya, Mbah Langkung harus mendapatkan izin oleh wadan Kopassus saat itu, lantas dirinya diperbolehkan menjajakan dagangannya dan itu pun bertahan hingga saat ini.

"Awalnya jualan Es Lilin, saya jualan sudah 65 tahun. Sampai sekarang umur saya 85 tahun,“ ujarnya dengan dialek Jawa yang khas.

Baca Juga: Kisah Mbah Langkung Pedagang Legendaris yang Dicari Jenderal Kopassus
Kisah Sejarah: Nasi Oyek Jadi Saksi Bisu Kekuatan Gerilya Jenderal Soedirman

Mbah Langkung pun dikenal banyak petinggi Kopassus hingga sekarang. Bahkan, banyak jenderal baret merah yang hormat dan mencarinya jelang Hari Raya.

“Alhamdulillah masih pada ingat sama Mbah Langkung, ya Pak Vivin, Pak Tagor yang jadi jenderal-jenderal itu mencari mbah Langkung ke rumah hari raya, Alhamdulillah terima kasih,"pungkasnya.

Video Terkait