Heboh Nasi Padang Babi, Gubernur Sumbar: Harusnya Tak Boleh Terjadi

Menu makanan Babiambo, nasi padang Babi. (GrabFood)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Minggu, 12 Juni 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah angkat bicara soal isu restoran Padang yang menyajikan menu rendang babi.

Maklum saja, ada sebuah restoran Padang, dengan nama Babiambo menyajikan menu rendang babi yang viral dan menjadi pembicaraan hangat. Tempat makan itu berlokasi di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

"Harusnya ini tak boleh terjadi karena masakan Padang, atau masakan Minang itu identik dengan makanan halal sesuai dengan falsafah dan adatnya yang berlandaskan Islam dan ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah). Seluruh masakan pakai nama Padang itu adalah makanan halal. Itu sudah jelas," ujar Mahyeldi seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Sumbar, Minggu (12/6/2022).

Mahyeldi pun menginginkan restoran Babiambo yang dinilai mencoreng nama baik masakan Padang diselidiki lebih lanjut.

"Makanya harus dicek lagi, apakah ada izinnya, kenapa pakai nama Padang, apakah (pemiliknya) orang Padang atau tidak" ujarnya.

Gubernur juga sudah meminta Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) di Jakarta melakukan pengecekan perizinan restoran tersebut dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Pada intinya, tidak boleh lagi ada masakan Padang yang nonhalal. Kita harus pastikan masakan Padang itu semuanya halal dan dapat dikonsumsi oleh umat muslim. Ke depan, harus ada sertifikasi oleh IKM, mana yang asli Padang, mana yang bukan. Nanti ada stikernya," jelasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat, Suwirpen Suib mengatakan, Sumatra Barat identik dengan masyarakatnya yang muslim. Ia menegaskan, jika restoran Padang menyajikan menu berbahan baku babi, maka itu merupakan penghinaan untuk masyarakat Sumatra Barat.

Baca Juga: Heboh Nasi Padang Babi, Gubernur Sumbar: Harusnya Tak Boleh Terjadi
Pro dan Kontra Kehadiran Restoran Padang Babiambo

Ia berkata, banyak pihak yang menyesalkan beredarnya menu rendang babi yang juga dijual di platform marketplace. Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menuturkan, setiap orang memang berhak untuk berkreativitas demi memajukan usaha mereka.

"Tapi jangan sampai (kreativitas) melukai yang lain. Nanti dikhawatirkan kalau di restoran Padang itu orang makan, enggak tahunya haram," pungkasnya.

Video Terkait