Pro dan Kontra Kehadiran Restoran Padang Babiambo

Menu makanan Babiambo, nasi padang Babi. (GrabFood)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Sabtu, 11 Juni 2022 | 17:15 WIB

Belakangan ini kehadiran rumah makan padang Babiambo, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, restoran yang menjajakan menu daging babi tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat.

Sebelum pihak resto Babiambo menutup semua gerai daringnnya mulai dari Instagram hingga ojek online, mereka menyajikan menu kuliner khas Minang non-halal pertama di Indonesia.

Kehadiran rumah makan padang Babiambo, mendapat protes keras dari Anggota DPR RI, Dapil Sumatera Barat II, Guspardi Gaus dan menjadi viral di media sosial.

Di media sosial Twitter misalnya, banyak warganet yang pro dan kontra akan kehadiran menu nasi padang dengan daging babi tersebut. Berikut beberapa komentar dari warganet yang pro akan kehadiran menu itu.

"Jujur aja saya gak ngerti korelasi apa yang ngebuat mereka dianggap melampaui batas. Padahal yang namanya masakan, sifatnya universal," komentar salah satu akun di Twitter.

"Saya orang Padang asli MInangkabau. Ikut berkomentar. Menurut saya, saya ikut bangga kalau pemilik Babiambo adalah orang Padang. Berani melawan arus, sulit memang melawan stigma. Saya lihat tidak ada unsur 'Penistaan Suku'. Karena sekali lagi, orang Padang belum tentu Islam," tulis warganet lainnya.

Baca Juga: Pro dan Kontra Kehadiran Restoran Padang Babiambo
Ini Deretan Fakta Nasi Padang Babi yang Dikecam Masyarakat Sumbar

Sementara itu, banyak juga netizen yang kontra akan hadirnya masakan padang berbahan daging babi itu.

"Dari zaman ke zaman, tidak ada yang namanya masakan daging babi itu berbahasa Padang. Kenapa pula jadi ada babi ambo (saya dalam bahasa Minang). Kalau sudah ada satu yang seperti ini, besok-besok akan menyusul yang lainnya. Akhirnya orang mau makan rendang Padang pun akan ragu dengan kehalalannya. Jangan-jangan rendang babi," kritik seorang warganet.

"Masakan Padang selalu halal. Kalau mau jualan daging babi, jangan bawa nama Padang," tambah warganet lainnya.

Untuk diketahui, pemilik usaha Nasi Padang Babi, Babiambo sudah meminta maaf. Mereka secara personal meminta maaf ke semua orang yang merasa tersinggung. Namun pihak Babiambo sama sekali tidak bermaksud atau berniat untuk melecehkan atau menyinggung suatu suku.

Video Terkait