3 Jenis Ragi Berdasarkan Karakteristiknya, Apa Saja?

Ilustrasi Ragi (Istimewa)

Penulis: Triana, Editor: Tanti Malasari - Rabu, 8 Juni 2022 | 19:25 WIB

Sariagri - Bagi Sobat Agri yang hobi baking atau membuat kue, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya ragi. Berdasarkan artikel dari Real Simple, ragi adalah mikroorganisme sel tunggal bernama Saccharomyces cerevisiae dengan bentuk sel seperti telur.

Dalam bahasa Yunani Latin ragi berarti “jamur gula”, sebab pada pengaplikasiannya ragi bekerja dengan cara memakan gula dan mengubah makanan itu menjadi karbon dioksida dan alkohol jika diberi waktu yang cukup.

Jenis ragi beserta karakteristiknya

Namun perlu kamu ketahui, ada beberapa jenis ragi yang biasa digunakan untuk membuat roti. Tiap jenis ragi tersebut memiliki sifat yang berbeda sehingga perlu penanganan yang berbeda pula.

Biar kamu tidak salah, ada baiknya kamu lebih tahu lagi 3 jenis ragi dibawah ini.

1. Ragi basah (fresh yeast)

Sesuai dengan namanya, jenis ragi yang satu ini memang mengandung banyak air. Hal inilah yang membuatnya basah sehingga tidak bisa disimpan terlalu lama. Umur penyimpanannya hanya mencapai 2 hingga 3 minggu jika kamu taruh di dalam suhu rendah.

Kamu bisa menemukan ragi basah di pasar atau supermarket. Biasanya ragi basah yang dijual berbentuk balok kotak. Bagi kamu yang ingin menggunakan ragi ini, ada baiknya untuk memotong sesuai kebutuhan. Setelah itu kamu bisa melarutkannya kedalam susu atau air hangat.

2. Ragi kering (dry yeast)

Berbeda dari ragi basah yang bentuknya balok kota, kalau ragi kering berbentuk butiran kecil dan kering. Selain itu, masa penyimpanannya juga lebih lama, yakni bertahan hingga 6 bulan dan kamu bisa menyimpannya dalam wadah kering yang kedap udara.

Cara penggunaannya sama seperti ragi basah, kamu harus melarutkannya terlebih dahulu ke dalam air hangat selama beberapa menit.

Baca Juga: 3 Jenis Ragi Berdasarkan Karakteristiknya, Apa Saja?
Studi: Kandungan Kolin dalam Telur Baik untuk Ibu Hamil

3. Ragi instan (instant yeast)

Jenis ini paling banyak ditemukan di supermarket atau toko bahan kue. Berbentuk butiran yang lebih kecil dari ragi kering. Umur simpannya pun juga lebih lama. Perbedaannya adalah ragi instan tidak perlu melalui proses pelarutan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Ragi ini bisa langsung dicampur bersama tepung dan gula. Namun sayangnya, ragi instan tidak memiliki kemampuan mengambangkan adonan yang lebih cepat dan aroma ragi instan tidak seharum ragi basah dan kering.

Video Terkait