Kenapa Daging Ayam Harus Disajikan dalam Kondisi Matang?

Ilustrasi daging ayam. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 8 Juni 2022 | 16:55 WIB

Sariagri - Sajian makanan dengan daging ayam menjadi yang paling sering ditemui seperti di warung makan pinggiran hingga restoran mewah. Daging ayam juga dikenal sebagai sumber protein hewani.

Meski demikian, daging ayam harus disajikan dalam kondisi matang. Tidak seperti daging sapi yang bisa dikonsumsi dalam kondisi setengah matang.

Lantas, kenapa harus makan daging ayam dalam kondisi matang? Melansir sejumlah sumber, dalam tubuh ayam terdapat berbagai jenis bakteri, virus dan parasit yang tahan hidup meskipun ayamnya sudah mati.

Virus itulah yang bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit jika daging ayam dimakan dalam kondisi belum matang sempurna.

Adapun dampak makan daging ayam yang belum matang seperti penyakit tipes yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi yang hidup dalam tubuh ayam. Gejala tipes biasanya baru muncul setelah beberapa hari atau dua minggu pasca makan ayam belum matang. Gejalanya seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit perut, mual, lemas dan kehilangan nafsu makan.

Dampak makan daging ayam belum matang juga meliputi flu burung. Gejala penyakit ini seperti batuk, sulit bernapas, sakit tenggorokan, demam, nyeri otot, hidung berair, dan diare.

Selain itu, dampak makan daging ayam belum batang juga menyebabkan flu perut atau peradangan pada lambung atau usus karena infeksi bakteri. Gejala yang muncul adalah sakit perut, diare, muntah, demam, menggigil dan dehidrasi.

Kemudian terdapat juga sindrom guillain-barre yang mengakibatkan lemah otot hingga kelumpuhan. Penyebabnya yaitu bakteri Campylobacter yang hidup dalam daging ayam.

Baca Juga: Kenapa Daging Ayam Harus Disajikan dalam Kondisi Matang?
Tidak Hanya Makanan, 4 Minuman Ini Sangat Bahaya untuk Kesehatan Hati

Maka itu perlu diperhatikan dengan benar ciri-ciri daging ayam yang sudah matang seperti lembut, berserat dan mudah dikunyah. Sedangkan yang belum matang biasanya masih berwarna agak merah atau pink, kenyal, alot dan sulit dikunyah.

Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan untuk memasak ayam hingga suhu 74 derajat celcius supaya dapat membunuh virus H5N1 dan bakteri lainnya.

Video Terkait