NFA Peringati Hari Keamanan Pangan Sedunia Tahun 2022 di IPB

Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia Tahun 2022. (Istimewa)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Dera - Selasa, 7 Juni 2022 | 16:05 WIB

Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia Tahun 2022 diselenggarakan pada hari Selasa 7 Juni 2022 di IPB International Convention Center, Bogor. Rangkaian kegiatan HKPS tersebut meliputi pembukaan, seminar keamanan pangan, dan pameran.

Seminar keamanan pangan bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai keamanan pangan sesuai dengan kondisi terkini, dengan menghadirkan narasumber dari institusi yang menangani keamanan pangan seperti dari Badan Pangan Nasional dan Kementerian Kesehatan, dan akademisi/pakar keamanan pangan dari Institut Pertanian Bogor.

Pembukaan HKPS dan seminar  keamanan pangan dihadiri oleh Kepala Badan Pangan Nasional/NFA (National Food Agency) Arief Prasetyo Adi sebagai keynote speaker. Dalam pembukaan tersebut juga hadir Kepala Perwakilan FAO Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal, dan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad yang hadir secara daring.

Peringatan HKPS merupakan momentum menguatkan kesadaran bersama akan pentingnya keamanan pangan bagi kesehatan manusia. Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia tahun ini mengambil tema “Safer Food, Better Health”.  

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengajak kepada semua pihak untuk terlibat dan berkolaborasi dalam upaya menjaga keamanan pangan.

"Keamanan pangan adalah share responsiblity, sehingga pada gelaran peringatan Hari keamanan pangan Sedunia kali ini saya mengajak kita semua yang bergerak di bidang pangan untuk mengambil peran pada bidang tugasnya masing – masing dalam mewujudkan keamanan pangan karena “Food safety is everyone’s business” ujar Arief, saat membuka peringatan HKPS pada Selasa (7/6/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan FAO Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal, mengajak semua pihak untuk membangun kesadaran pangan yang aman untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, tidak hanya kesehatan fisik kita, tetapi juga hewan dan lingkungan.

“Kita harus ingat bahwa tidak ada ketahanan pangan tanpa keamanan pangan. Hanya ketika pangan aman, itu akan memenuhi kebutuhan nutrisi dan membantu kita  hidup aktif dan sehat serta anak-anak tumbuh dan berkembang,“ ungkapnya.

Dengan perkiraan 600 juta kasus penyakit bawaan makanan setiap tahun di dunia, makanan yang tidak aman merupakan ancaman bagi kesehatan dan ekonomi manusia, secara tidak proporsional mempengaruhi orang-orang yang rentan dan terpinggirkan, terutama perempuan dan anak-anak, populasi yang terkena dampak konflik, dan migran.

Diperkirakan 420.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun setelah makan makanan yang terkontaminasi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun membawa 40% dari beban penyakit bawaan makanan, dengan 125.000 kematian setiap tahun.

Besarnya beban kesehatan masyarakat akibat penyakit bawaan makanan sebanding dengan malaria atau HIV AIDS. Lebih dari 200 penyakit disebabkan oleh makan makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit atau zat kimia seperti logam berat.

Dalam momentum HKPS tahun ini juga digelar pameran produk-produk pangan yang sudah memiliki izin edar/sertifikat keamanan pangan. Sebanyak 32 stand yang akan diisi oleh Kementerian dan lembaga seperti OKKP Badan Pangan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan. Selain itu, pameran juga diikuti oleh BUMN Holding Pangan ID FOOD, perusahaan impotir yang telah memperoleh ijin edar pangan segar serta dinas pangan provinsi seluruh Indonesia.

Pada stand pameran juga terdapat klinik keamanan pangan yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk mendapatkan edukasi mengenai sertifikasi keamanan pangan.

Video Terkait