Amankah Terapkan Pola Hidup Vegetarian bagi Anak-anak?

Ilustrasi bayi diberikan sayur-sayuran. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 7 Juni 2022 | 12:10 WIB

Sariagri - Banyak dari para ibu yang menerapkan berbagai pola hidup sehat untuk diterapkan pada anak-anaknya. Salah satu dari mereka meyakini jika pola hidup sehat adalah dengan menerapkan pola hidup vegetarian. 

Diwartakan oleh IFLScience, dalam studi yang ditemukan oleh jurnal Pediatrics bahwa anak-anak vegetarian mendapatkan tingkat nutrisi yang sama dengan anak yang memakan daging. 

Namun, sayangnya ketika dilihat dari porsi berat badan, anak-anak vegetarian berisiko memiliki berat tubuh yang jauh lebih rendah. Pada dasarnya, bagi orangtua yang ingin menerapkan pola hidup ini harus lebih mempertimbangkannya lagi.

Amankah Terapkan Pola Hidup Vegetarian bagi Anak-anak?

"Pola diet nabati diakui sebagai pola makan sehat karena peningkatan asupan buah-buahan, sayuran, serat, biji-bijian, dan pengurangan lemak jenuh. Namun, beberapa penelitian telah mengevaluasi dampak diet vegetarian pada pertumbuhan dan status gizi asa kanak-kanak," kata penulis studi Jonathon Maguire dalam sebuah pernyataan.

Dalam penelitian ini, Maguire beserta timnya mengikutsertakan 8.907 anak di Kanada yang rentang usianya dari enam bulan hingga delapan tahun, yang dikumpulkan antara tahun 2008 dan 2019.

Periode ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam popularitas pola makan nabati karena meningkatnya kesadaran akan masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan konsumsi daging.

Maguire mengambil sampel darah dari anak-anak vegetarian. Dari hasil yang didapatkan, ia menemukan anak vegetarian memiliki tingkat vitamin D, zat besi, dan kolesterol yang sama dengan anak-anak yang memakan daging. 

Padahal jika dilihat kandungan nutrisinya, daging merupakan salah satu sumber zat besi yang dibutuhkan anak-anak. Selain itu, dari data yang sama menunjukkan bahwa sekitar 6 persen anak-anak vegetarian digolongkan sebagai kurus, dibandingkan dengan hanya 3 persen para pemakan daging.

Meski peningkatan dua kali lipat dalam risiko indeks massa tubuh (IMT) rendah itu jelas mengkhawatirkan, Maguire bersikeras bahwa "diet vegetarian tampaknya sesuai untuk kebanyakan anak."

"anak-anak yang mengikuti diet vegetarian memiliki pertumbuhan dan ukuran nutrisi biokimia yang serupa dibandingkan dengan anak-anak yang mengonsumsi diet non-vegetarian." katanya.

Menariknya, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi makanan vegetarian cenderung lebih tinggi daripada anak-anak pemakan daging. 

Namun para peserta vegetarian dalam hasil analisis baru ini justru ditemukan sedikit lebih pendek daripada rekan-rekan omnivora mereka pada usia tiga tahun. Perbedaan tinggi antara kedua kelompok terlalu kecil untuk dianggap signifikan secara klinis.

Ketika menafsirkan temuan ini, penting untuk dicatat bahwa penulis penelitian tidak melihat kandungan sebenarnya dari makanan setiap anak, sehingga sulit untuk menarik kesimpulan luas tentang nilai gizi dari pola makan vegetarian. Terlepas dari itu, Maguire menjelaskan bahwa 

Baca Juga: Amankah Terapkan Pola Hidup Vegetarian bagi Anak-anak?
Tidak Hanya Makanan, 4 Minuman Ini Sangat Bahaya untuk Kesehatan Hati

"diet vegetarian dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih tinggi dari status berat badan kurang, menggarisbawahi perlunya perencanaan diet yang cermat untuk anak-anak dengan berat badan kurang ketika mempertimbangkan diet vegetarian." tutupnya.

Berdasarkan pengamatan ini, para peneliti mendesak para orang tua dan pengasuh untuk mencari bimbingan dan pendidikan dari penyedia layanan kesehatan sebelum memutuskan apakah akan memberi makan menerapkan pola makan vegetarian pada anak-anak mereka atau tidak.

 

Video Terkait