Larangan Ekspor Ayam Malaysia, Singapura Alami Krisis Nasi Ayam

Ilustrasi daging ayam. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Kamis, 2 Juni 2022 | 17:45 WIB

Sariagri - Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob pekan lalu mengumumkan tindakan untuk melarang ekspor ayam hidup ke Singapura. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi stok dalam negeri yang terbatas dan mengakibatkan kenaikan harga.

Tentunya hal tersebut begitu menampar Singapura. Selama beberapa dekade, Singapura, negara kepulauan yang kaya tetapi miskin daratan, telah mengandalkan Malaysia untuk sepertiga impor unggasnya.

Mengutip CNN, setiap bulannya Singapura mengimpor sekitar 3,6 juta ayam hidup dari Malaysia. Kemudian ayam-ayam tersebut disembelih dan dibekukan.

Hal lainnya yang "menampar" warga Singapura terkait larangan ekspor ayam Malaysia adalah berubahnya menu chicken rice ala Singapura atau nasi ayam. Permasalahan ini disebut 'krisis nasi ayam.

Hidangan nasional de facto Singapura ini nantinya akan diganti dengan ayam beku. Hal tersebut membuat citarasa dan khas dari rasa hidangan tersebut berubah.

Ketika pemerintah Singapura memberikan jaminan bahwa masih akan ada lebih dari cukup ayam untuk diedarkan, para pedagang mengatakan harga unggas pasti akan meningkat tajam.

Menurut laporan Straits Times, warga Singapura merogoh kocek sekitar 6 dolar Singapura atau sekitar Rp63.170 untuk satu kilogram ayam segar.

Sementara seporsi nasi ayam dibanderol sekitar 4 dolar Singapura atau Rp42.113. Beberapa penjual nasi ayam mengatakan mereka akan berhenti berjualan nasi ayam dan mencari hidangan alternatif. 

Baca Juga: Larangan Ekspor Ayam Malaysia, Singapura Alami Krisis Nasi Ayam
Ayam Langka di Singapura, Warga Jual Olahan Ayam hingga Rp12 Miliar

Kenaikan Harga Pakan Ayam

Di Malaysia, kenaikan biaya pakan ayam menyebabkan harga ayam melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Karena masalah ini, pengecer telah menjatah penjualan.

Kiriman ayam hidup terakhir dari Malaysia tiba di Singapura untuk disembelih adalah Selasa 31 Mei 2022. Singapura sekarang bersiap untuk menghadapi kekurangan ayam, yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Video Terkait