Meski Harga Bawang Merah Meroket, Stok Dijamin Aman Hingga Idul Adha

Ilustrasi - Bawang merah.(Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 1 Juni 2022 | 19:00 WIB

Pasca lebaran, harga komoditas bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Lampung justru terus beranjak naik. Seperti salah satunya terpantau di Pasar Pasir Gintung, Kota Bandar Lampung, pada Rabu (1/6/2022).

Kenaikan harga terjadi pada jenis bawang lokal maupun premium dari Brebes, Jawa Tengah. Menurut para pedagang, harga bawang merah lokal naik drastis menjadi Rp40-45 ribu dari semula Rp25 ribu per kilogramnya.

"Kenaikan harga bawang merah itu kabarnya karena banyak petani yang gagal panen, tetapi pasokan bawang merah tidak menurun dan masih tetap stabil," ungkap Ahmad, salah seorang pedagang bawang di Pasar Pasir Gintung.

Akibat kenaikan harga itu, omset pedagang menjadi berkurang karena konsumen cenderung mengurangi pembelian. Pedagang pun berharap pemerintah bisa membantu membuat harga bawang stabil, dengan berbagai kebijakan yang pro rakyat.

Sejumlah faktor memang menjadi penyebab terus naiknya harga komoditas bawang merah selama beberapa pekan terakhir. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung, I Kadek Sumartha saat dikonfirmasi.

Menurut Kadek, salah satunya adalah faktor cuaca yang menyebabkan sejumlah daerah penghasil bawang merah seperti di Brebes, Jawa Tengah, gagal panen raya.

"Faktor lainnya adalah distribusi yang terganggu akibat banjir di beberapa daerah termasuk di daerah penghasil bawang, sehingga truk-truk pengangkut tidak bisa mengirim bawang," ungkap Kadek.

Meski harga naik, Kadek menjamin stok bawang merah masih aman, meski jumlahnya tidak melimpah seperti sebelumnya. Kadek juga meminta masyarakat tidak panik, karena stok bawang merah masih aman hingga Idul Adha mendatang.

Apalagi selain dari Brebes, stok bawang merah Bandar Lampung kini juga didapat dari daerah Padang, Sumatera Barat dan Bima, NTT.

 

Sariagri -  

Video Terkait