Pemkot Makassar Segera Terapkan Teknologi Maggot Olah Sampah Food Waste

Food waste atau sampah makanan.(wikimedia)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 30 Mei 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - Pemerintah Kota Makassar segera menerapkan pengelolaan sampah bekas makanan melalui teknologi food waste atau menjadi maggot. Langkah ini menyusul keberhasilan uji coba yang dijalankan tim Entomo.co, perusahaan asal Korea.

"Teknologi maggot yang kita uji di Makassar, ternyata lebih bagus hasilnya dari negara asalnya, yaitu di Korea," ujar Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto di Bank Sampah Pusat, Paccerakkang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Wali Kota yang akrab disapa Danny Pomanto itu saat meninjau uji teknologi Food Waste Bank Based on The BSF Breeding Technology dijalankan tim Entomo.co di bank sampah setempat, mengatakan kehadiran teknologi pengolahan sampah bisa menjadi lebih bermanfaat.

"Matahari sangat menentukan (proses pengolahan), di Makassar ternyata cocok. Kita akan segera menerapkan. Sampah di Makassar ini memang perlu diurai," kata Danny.

Dengan konsep pengolahan sampah ini diharapkan sampah di Kota Makassar bisa berkurang. Namun lanjut dia, harus dikelola dengan baik agar menjadi lebih berguna.

"Dalam satu hari, Kota Makassar menghasilkan sampah sebanyak 1.200, bahkan didominasi sampah makanan. Karena Makassar ini kota kuliner, dengan kehadiran teknologi ini saya pikir sangat membantu," katanya.

Menurut Danny Pomanto, kapasitas satu alat teknologi itu bisa mengelola sampah makanan sebanyak tiga ton per hari. Harganya pun cukup besar mencapai Rp2 miliar.
 
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Makassar, Sahararuddin menjelaskan keluaran (output) dari teknologi tersebut dapat membuat pupuk organik yang berguna bagi tumbuhan.

"Jadi, sampah ini kita ambil dari restoran, toko-toko makanan dan sejenisnya, lalu dimasukkan, diolah. Hasilnya itu diurai manggot selama 40 hari dan outputnya 90 persen menjadi pupuk organik,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Makassar Segera Terapkan Teknologi Maggot Olah Sampah Food Waste
5 Cara agar Hidangan Brokoli Terasa Lebih Nikmat



Tidak hanya itu, kata Sahar, hasil dari teknologi food waste dapat menghasilkan berbagai macam produk kosmetik, dan minyaknya bisa jadi biosel sebagai bahan bakar.

“Di Korea, minyak hasil pengelolaan sampah makanan ini sangat berguna. Kelebihan dari teknologi ini, di Kota Makassar bisa dibuat industrinya sendiri serta memberdayakan masyarakat. Karena manggot ini bisa diekspor dan bisa dibuat sabun kecantikan," pungkasnya.

Video Terkait