Teknik Menggoreng Deep Frying, Simak Kekurangan dan Kelebihannya

Ilustrasi Teknik Deep Frying. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Sabtu, 28 Mei 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Jika kamu meminta seseorang untuk mendeskripsikan makanan yang menggunakan teknik deep frying, kemungkinan mereka akan mengatakan "enak, tapi tidak sehat." Ini adalah asumsi yang adil, makanan yang digoreng dan berminyak dianggap sebagai sesuatu yang hanya boleh kita makan sesekali.

Namun, apakah ini kenyataannya? Terlepas dari sentimen negatif tentang makanan yang digoreng dengan deep frying, ada beberapa manfaat dari jenis masakan ini bagi pelanggan dan pemilik restoran.

Mengutip Healthy Wise Choice, beberapa waktu lalu para peneliti dari Universitas Granada menerbitkan temuan dalam jurnal Food Chemistry, menyatakan bahwa sayuran mengandung lebih banyak fenol saat digoreng dengan minyak zaitun extra virgin daripada saat direbus dalam air.

Ada banyak alasan bagus untuk menjelaskan popularitas deep frying yang bertahan lama. Selain kelezatannya yang jelas. Ini juga memiliki latar belakang yang sempurna dalam keamanan pangan.

Di masa lalu, ketika orang memiliki lebih sedikit akses makanan dan air bersih, mampu membeli dan menggoreng makanan adalah manfaat kesehatan yang signifikan. Makanan yang menggunakan metode deep frying dapat membunuh serangga dalam minyak panas dan merupakan tips keamanan yang bagus.

Kekurangan Deep Frying

Meskipun ada keuntungannya, bukan berarti kita mengesampingkan kekurangannya. Terdapat kekurangan jika kita terus masak menggunakan teknik deep frying.

Pertama, bisa jadi cara ini adalah bukan pilihan yang sehat. Jika kamu sadar akan kesehatan, ketahuilah bahwa goreng-gorengan bukan pilihan yang sehat.

Bisa saja minyak goreng yang digunakan memiliki jumlah lemak jenuh dan kolesterol tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, stroke, serangan jantung, obesitas, diabetes, kanker usus besar dan lain-lain.

Selain itu, deep frying menggunakan banyak minyak goreng yang mana limbahnya juga akan banyak. Hal tersebut tidak baik bagi lingkungan.

Baca Juga: Teknik Menggoreng Deep Frying, Simak Kekurangan dan Kelebihannya
Pencabutan Subsidi Minyak Goreng, Pedagang Warteg: Kami Protes Keras

Sejumlah restoran melakukan deep frying menghasilkan sejumlah besar minyak limbah. Pembuangan limbah minyak yang tidak tepat dapat mempengaruhi lingkungan terutama jika meluap ke sumber air masyarakat, belum lagi gangguan pada pipa limbah dan pengolahan limbah.

Memang benar saat ini terdapat peningkatan pengolahan limbah minyak dan diolah menjadi biodiesel. Namun bagaimana dengan limbah minyak dari setiap rumah tangga yang tidak memiliki kapasitas untuk mengubahnya menjadi biodiesel?

Video Terkait