Ironis, Produsen Pangan Terbesar di Amerika Latin Malah Rawan Pangan

Seorang warga menyemprotkan alkohol ke tangan seorang tunawisma saat membagikan makanan di tengah wabah COVID-19 di Pantai Copacabana di Rio de Janeiro, Brasil, 11 April 2020. (Antara/Reuters/Lucas Landau/as)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 27 Mei 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Brasil merupakan produsen makanan terbesar di Amerika Latin. Ironisnya menurut hasil riset yang dirilis Getulio Vargas Foundation (FGV) terbaru, negara itu justru mengalami rawan pangan.

Riset yang menganalisis data dari Gallup World Poll itu menemukan 36 persen penduduk Brasil tidak mampu membeli makanan buat keluarganya pada 2021. Angka itu naik dari 30 persen pada 2019.

Angka itu menunjukkan untuk pertama kalinya angka kerawanan pangan di Brasil sudah melampaui rata-rata dunia sejak data itu mulai dicatat pada 2006.

Penduduk Brasil menghadapi situasi mengerikan itu meski negaranya menjadi salah satu penghasil produk pertanian terbesar di dunia.

Harga pangan juga telah meningkat tajam sejak Rusia menginvasi Ukraina, menurut ekonom Marcelo Neri, direktur Pusat Kebijakan Sosial di FGV dan salah satu pakar yang terlibat dalam riset itu.

"Situasinya mengkhawatirkan, level tertinggi selama ini," kata Neri.

Meningkatnya kerawanan pangan di antara 20 persen penduduk termiskin di Brasil selama pandemi meningkat 75 persen pada 2021 dari 53 persen pada 2019.

Baca Juga: Ironis, Produsen Pangan Terbesar di Amerika Latin Malah Rawan Pangan
Perubahan Iklim Jadi Ancaman Serius Upaya Wujudkan Ketahanan Pangan



Angka itu mendekati level Zimbabwe, negara dengan kerawanan pangan 80 persen atau tertinggi di dunia.

Riset itu juga menemukan bahwa kesenjangan gender dalam kerawanan pangan di Brasil pada 2021 enam kali lebih tinggi daripada rata-rata dunia.(Reuters/Antara)

Video Terkait