Waspada! Ini Beda Daging Sapi dan Daging Babi

Ilustrasi - Daging sapi. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 19 Mei 2022 | 17:05 WIB

Sariagri - Staff Ahli Pusat Halal Science IPB dan Dr. Ir. Henny Nuraeni mengatakan,  secara umum menjabarkan beberapa kriteria yang bisa digunakan untuk membedakan daging babi dengan daging hewan lain. Adalah dari warna, serabut otot, tekstur,  lemak dan aroma.

Berikut cara membedakan daging sapi dan daging babi:

Warna daging

Faktor yang mempengaruhi warna daging antara lain seperti : spesies hewan, umur, letak daging pada bagian tubuh serta kandungan myoglobin. Warna daging sapi merah cerah sampai merah gelap, warna daging babi lebih pucat, mendekati warna daging ayam.

Perlu diketahui atau dikenali juga bahwa :  

Pada  umumnya warna daging dari ternak yang umurnya masih muda akan terlihat  lebih pucat. Letak daging pada tubuh ternak, berhubungan dengan aktivitas  otot.  Daging   yang berasal dari daerah punggung  warnanya lebih terang dibandingkan  dari daerah kaki, paha atau bahu. Daging yang aktivitas ototnya lebih banyak akan berwarna gelap.

Daging celeng (babi hutan) warnanya lebih merah daripada daging babi budidaya, mirip daging sapi sehingga kasus pemalsuan menggunakan daging celeng sering terjadi.

Serat Daging

Pada daging sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis-garis serat terlihat jelas. Sebaliknya pada daging babi, serat terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan akan terlihat  ketika kedua daging direnggangkan secara bersamaan.

Tekstur Daging

Tekstur daging sapi lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan. Tekstur daging babi sangat kenyal dan mudah direkahkan. Sementara daging sapi terasa kompak dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan.

Lemak

Warna lemak banyak dipengaruhi oleh sumber pakan, sehingga agak sulit jika dijadikan sebagai indikator untuk membedakan lemak babi dan sapi.

Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk. Pada sapi, lemak ada yang tampak padat dan sebagian lagi berbentuk serat yang menempel pada daging. Selain itu babi memiliki lemak bawah kulit yang menyatu dengan kulit, sehingga sulit dipisahkan dari dagingnya dan lemak pada babi sangat basah. Sedangkan lemak sapi agak kering dan tampak berserat.

Aroma daging

Aroma daging berasal dari struktur lemak dan protein penyusun daging, yang spesifik pada setiap spesies, sehingga aroma dapat menjadi salah satu indicator untuk membedakan asal ternak.

Daging babi memiliki aroma amis, sementara daging sapi mempunyai aroma khas daging  atau aroma daging kambing yang disebut prengus  seperti yang telah diketahui  masyarakat.

Selain faktor-faktor diatas, kondisi daging juga sangat dipengaruhi oleh penanganan hewan sebelum penyembelihan serta penanganan daging pasca penyembelihan.

Walaupun secara teoritis dapat membedakan kedua jenis daging ini, namun jika jarang melihat daging secara khusus, sulit juga membedakan secara langsung, diperlukan pengalaman membedakan jenis daging tersebut.

Henny juga menjelaskan ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengoplos daging sapi dengan daging babi, seperti daging babi dilumuri darah sapi sehingga aromanya beraroma daging sapi, memberi bumbu atau cara cara lainnya.  

Jika sudah tercampur  memang  diperlukan pengalaman dari pemeriksa apabila dilakukan secara fisik, biasanya untuk temuan yang dicurigai akan dilanjutkan dengan uji laboratorium.

"Saat ini sudah ada rapid test untuk menguji adanya cemaran daging babi atau turunan babi. Metode uji yang digunakan adalah identifikasi protein spesifik babi,"  kata Henny saat dihubungi SariAgri.id, beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: Waspada! Ini Beda Daging Sapi dan Daging Babi
5 Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Babi, Awas Tertipu!

Henny menjelaskan, alat uji ini seperti saat melakukan tes kehamilan, apabila daging yang diuji berasal dari daging babi maka akan terbentuk dua pita (positif) dan jika bukan berasal dari daging babi maka hanya ada satu pita kontrol (negative). Biasanya untuk memastikan hasil uji dilanjutkan dengan uji identifikasi DNA babi menggunakan metode PCR.

"Pengujian dapat dilakukan di Laboratorium Halal LPPOM MUI atau dapat juga di Balai Pengujian Mutu dan Setifikasi Produk Hewan (BPMSPH) Kementerian Pertanian," pungkasnya. 


 

Video Terkait