Minum Tiga Cangkir Teh Sehari Ternyata Mengurangi Risiko Demensia

Ilustrasi teh. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Putri - Jumat, 20 Mei 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Sebuah penelitian menemukan bahwa meminum tiga cangkir teh sehari berkorelasi dengan risiko demensia yang lebih rendah.

Melansir Woman's World, penelitian tersebut diterbitkan dalam Translational Psychiatry dengan data 500 ribu peserta yang terdaftar dalam studi Biobank Inggris.

Setelah mempersempit sukarelawan berdasarkan kriteria tertentu, para peneliti memasukkan data dari 377.592 peserta dalam penelitian mereka. Kriterianya adalah relawan berusia antara 45 dan 73 tahun serta setuju untuk menindaklanjuti setelah sembilan tahun.

Siapapun yang memiliki diagnosis demensia sedari awal penelitian dikeluarkan.

Semua sukarelawan mengisi kuesioner yang menanyakan, “berapa cangkir teh yang Anda minum sehari?” dan "tipe apa (hijau atau hitam)?"

Berdasarkan informasi ini, para peneliti membagi relawan menjadi enam kategori, mulai dari mereka yang tidak minum teh hingga mereka yang minum sembilan cangkir atau lebih setiap hari.

Setelah menganalisis kesehatan para sukarelawan sembilan tahun kemudian, para peneliti menemukan bahwa peminum teh 16 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan demensia dibandingkan bukan peminum teh. Mereka yang minum tiga sampai empat cangkir sehari berada pada risiko demensia terendah.

Namun, tidak semua peminum teh menuai manfaatnya. Mereka yang minum dalam jumlah berlebihan seperti enam cangkir atau lebih setiap hari justru memiliki risiko demensia yang sama dengan mereka yang bukan peminum teh.

Baca Juga: Minum Tiga Cangkir Teh Sehari Ternyata Mengurangi Risiko Demensia
Beda Plant Based Diet Dengan Vegetarian

Para peneliti berteori bahwa teh hitam dan hijau mengandung antioksidan, yang dapat mengurangi jumlah stres oksidatif pada otak. Antioksidan dapat mengurangi peradangan di otak (peradangan saraf), dan semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa peradangan berperan dalam perkembangan demensia.

Para peneliti juga percaya kafein tidak hanya "membangunkan otak" tetapi melindungi terhadap sesuatu yang disebut cedera iskemik saraf atau kerusakan sel oleh aliran darah yang rendah. Kafein dapat membantu meningkatkan sirkulasi di otak, yang meningkatkan fungsi memori yang sehat.

Video Terkait