Mengenal Choi Pan, Kudapan Khas Tionghoa dari Kalbar

Choi pan kudapan khas Kalimantan Barat. (Sariagri/Dwi Rachmawati)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 18 Mei 2022 | 16:25 WIB

Sariagri - Penjelajahan bangsa Tionghoa di masa lampau meninggalkan jejak sejarah di Indonesia hingga kini, salah satunya melalui kuliner. Banyak kuliner di Indonesia terinspirasi dari khasanah kuliner khas Tionghoa. Salah satu yang cukup populer berasal wilayah Pontianak, Kalimantan Barat adalah choi pan.

Choi pan berasal dari bahasa Hakka, di mana 'choi' berarti sayur, dan 'pan' berarti kue. Dari situ Choi pan bisa diartikan sebagai kudapan sejenis kue berisi sayuran. Tidak sedikit masyarakat di Kalimantan Barat merupakan peranakan Tionghoa sehingga choi pan menjadi bagian dalam kebudayaan kuliner mereka.

Choipan berbentuk setengah lingkaran seperti dumpling yang merupakan kuliner khas Cina. Lembaran kulit transparan yang terbuat dari tepung beras dan sagu itu berisikan irisan sayur. Bengkuang, talas, kucai, rebung dan pepaya muda juga sering digunakan sebagai isian dari choi pan. Kini isian choi pan banyak dimodifikasi dengan tambahan ebi, ayam atau daging.

Taburan bawang putih goreng dan saus cabai pedas-asam menjadi pelengkap hidangan choi pan. Di daerah Singkawang dan Pontianak Kalimantan Barat, choi pan sering dijadikan menu sarapan atau camilan.

Baca Juga: Mengenal Choi Pan, Kudapan Khas Tionghoa dari Kalbar
Merasakan Sensasi Mie Pho Vietnam Tua Rumah SEA Games



Rasa gurih, manis dan segar berpadu dalam satu potong choi pan membuatnya terasa nikmat. Biasanya choi pan dihidangkan dalam kondisi hangat atau baru keluar dari panci pengukus.

Jajanan choi pan cukup terjangkau. Harga per satu buah choi pan Rp3.500 - Rp4.000 sehingga cocok menjadi camilan harian.

 

Video Terkait