Tren Naik, 5 Negara Ini Eksportir Utama Produk Halal ke Negara Islam

Guru besar IPB University Prof. Dr. Khaswar Syamsu. (Antara/HO-IPB University)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 17 Mei 2022 | 14:10 WIB

Sariagri - Tren permintaan terhadap produk halal dunia terutama pangan meningkat pesat sehingga perlu disikapi secara bijak. Berdasarkan GISE (Global State Islamic Economic) Report 2021-2022, lima negara eksportir produk halal utama ke negara Islam dikuasai Cina, India, Amerika Serikat, Brasil dan Rusia.

"Ranking Indonesia dalam GISE pada indikator ekonomi Islam global, termasuk produk halal, masih berada pada urutan ke empat di bawah Malaysia, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab,” ujar Guru Besar IPB University Prof Khaswar Syamsu dikutip dari keterangan tertulis IPB University, Selasa (17/5/2022).

Umat muslim di seluruh dunia menghabiskan 2 triliun dolar AS di sektor makanan, obat-obatan, busana, perjalanan, dan media/rekreasi.

"Hal itu terungkap dalam data Global Islamic Economy Report dan menyebutkan akan terus meningkat hingga mencapai 2,8 triliun dolar AS," katanya. 

Doktor alumni University of Queensland Australia ini menuturkan peran Tridharma terkait pusat halal di perguruan tinggi ini penting dilakukan, dalam menyikapi tren permintaan terhadap produk halal dunia yang semakin pesat.

Dia menjelaskan peran pusat halal  perguruan tinggi dalam pengembangan pangan halal yakni pentingnya menyiapkan sumber daya manusia di bidang halal serta riset yang mendukung teknologi di bidang halal.

"Pengabdian untuk mensukseskan pengembangan ekosistem halal juga penting dilakukan mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim,” katanya.

Peran Halal Center IPB University dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang halal, kata dia, IPB telah melakukan sejumlah pelatihan, di antaranya pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).

Baca Juga: Tren Naik, 5 Negara Ini Eksportir Utama Produk Halal ke Negara Islam
Jika Rusia-Ukraina Terus Perang, Ini Dampak Ekonomi dan Pertanian



"IPB University telah melakukan pelatihan Juleha di DKI Jakarta kepada 227 peserta," kata Guru besar pada Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (TIN Fateta) IPB University itu.

Dia menambahkan untuk bidang riset, IPB University juga tengah melakukan pengembangan metode autentik kehalalan daging berbasis citra digital.
 

Video Terkait