Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tahu Menjerit Berharap Subsidi Pemerintah

Perajin tahu di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. (Antara/HO-Mansur)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 17 Mei 2022 | 08:00 WIB

Melonjaknya harga kedelai membuat perajin tahu di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menjerit. Untuk mengurangi beban biaya produksi, sejumlah perajin tahu berharap pemerintah mensubsidi harga kedelai.

Sariagri - "Kita hingga kini hanya bisa bertahan hidup saja sejak tiga bulan harga kedelai melonjak dari Rp300 ribu menjadi Rp620 ribu per 50 kg," ujar Madsoleh (55) perajin tahu di Kampung Muara Kebon Kelapa Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Madsoleh dan perajin tahu di Rangkasbitung lainnya beberapa bulan lalu sangat terpukul dengan kenaikan harga kedelai di atas 100 persen. Menurut dia, ada perajin tahu yang sudah tidak produksi atau gulung tikar.

Karena itu, dia berharap pemerintah dapat menyalurkan subsidi kedelai impor, sehingga dapat mengurangi beban biaya produksi. Apalagi, perajin tahu membantu program pemerintah dalam penyerapan lapangan pekerjaan.

"Kami minta kedelai disubsidi dan kembali harga normal Rp300 rubu, " kata Madsoleh.

Madsoleh mengatakan usaha pabrik tahu yang dirintisnya setelah lulus STM Muhammadiyah tahun 1985 itu menyerap 10 tenaga kerja terdiri dari tiga tenaga produksi dan tujuh penjual tahu goreng keliling. Dari 10 tenaga kerja itu bisa menghidupi keluarga mereka hingga puluhan jiwa.

Baca Juga: Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tahu Menjerit Berharap Subsidi Pemerintah
Kedelai Langka, Pelajar Gresik Buat Tempe Berbahan Kacang Merah

Selama ini, kata dia, dirinya memproduksi tahu 100 kilogram/hari dengan harga Rp1, 2 juta.

Dari 100 kilogram kedelai dapat menghasilkan produksi 30 cetakan tahu dan bisa meraup keuntungan bersih Rp250 ribu/hari.

"Kami meraup keuntungan bersih itu juga terkadang harus nombok membeli bahan bakar kayu," katanya.

Perajin lainnya, Sudrajat (55) mengaku kini usaha produksi tahu miliknya hanya bisa bertahan hidup usai harga kedelai melonjak. Saat ini, dia menyiasati produksi tahu dengan memperkecil ukuran agar usahanya bisa bertahan.

"Sejak kenaikan kedelai itu biaya produksi cukup tinggi dan berdampak terhadap keuntungan," katanya.

Sejumlah pekerja pabrik tahu juga berharap pemerintah mensubsidi kedelai sehingga tidak terancam pemutusan hubungan kerja. Saat ini, banyak pekerja tahu menganggur akibat produksi berhenti sejak harga kedelai melonjak.

"Kami sangat mendukung kedelai sebagai bahan baku produksi tahu disubsidi, " kata Agus. 

Video Terkait