Usai Santap Makanan Hajatan, 30 Orang Keracunan Massal

Makanan hajatan yang diduga meracuni 30 orang di Jombang. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 16 Mei 2022 | 23:00 WIB

Sedikitnya 30 warga di Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami keracunan massal usai menyantap makanan hajatan.

Umumnya korban menderita pusing, mual, muntah dan diare hebat. Dari 30 korban, 7 orang diantaranya sudah diijinkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan. Sedangkan 23 orang lainnya masih harus dirawat intensif di rumah sakit karena kondisinya masih lemah.

“sebagian besar, korban mengalami muntah-muntah usai mengkonsumsi nasi kotak dari acara hajatan pengajian. Akibatnya korban lemas dan harus diinfus,” beber salah seorang korban, Muhammad Rizky kepada Sariagri, Senin (16/5/2022).

Hidangan nasi kotak yang dibagikan berupa ikan, telur, mie, serta tahu gorengan. Makanan tersebut didapat dari acara pengajian rutin di salah satu tetangga desa mereka.

Ketua RT Desa Podoroto, Suratman mengatakan, total ada sekitar 50 orang yang mengikuti acara pengajian tersebut. Dari jumlah undangan tersebut, ada 30 orang yang mengalami gejala keracunan usai menyantap nasi kotak.

“Bahkan karena sebagian besar banyak yang mengalami dehidrasi hebat, akhirnya para pasien tersebut ada yang dirujuk ke Rumah Sakit Sakinah di Mojokerto,” ucap Suratman.

Mendapat laporan kejadian ini, Kepolisian Sektor Kesamben, Jombang dan Dinas Kesehatan setempat, menyita sisa makanan penyebab keracunan massal  dalam acara pengajian.

Sampel yang disita, rencananya akan dilakukan uji laboratorium di Dokkes Mapolda Jatim guna memastikan kandungan zat yang ada dalam makanan hingga menyebabkan 23 orang harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: Usai Santap Makanan Hajatan, 30 Orang Keracunan Massal
Malaysia Investigasi Temuan Bakteri pada Telur yang Diekspor ke Singapura



Sampel makanan yang disita petugas ini langsung dibawa ke Mapolsek Kesamben, Jombang. Sampel sisa makanan yang disita berupa dua buah telur hingga air yang dikonsumsi para korban,” Kepala perawat Puskesmas Kesamben, Imam Purwanto.

Sampel makanan yang di ambil petugas, imbuhnya berasal dari rumah pemililk hajatan pengajian, berinisial TT, warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben.

Sariagri - “Bahkan, tak hanya telur, petugas juga menyita beberapa botol air mineral dan sisa muntahan dari para korban yang kini dinyatakan mengalami gejala keracunan yang cukup parah,” tandasnya.

 

Video Terkait