Joe Biden Ajak Petani AS Gandakan Hasil Panen Hadapi Kerawanan Pangan

Tanaman gandum. (Piqsels)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 16 Mei 2022 | 18:10 WIB

Sariagri - Perang di Ukraina telah menjungkirbalikkan pasar global. Harga bahan pokok seperti gandum dan minyak bunga matahari melonjak. Untuk mengatasi ketahanan pangan, Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta petani untuk menggandakan panen.

Permintaan itu disampaikan Biden di sebuah pertanian di Illinois, pekan lalu. Dia meminta petani untuk menggandakan panen musim ini dengan menanam tanaman kedua di ladang setelah panen pertama. Upaya ini untuk menahan kerawanan pangan, , terutama gandum yang disebabkan perang di Ukraina. 

“Musim tanam untuk gandum pendek, dan jika kondisi cuaca tidak ideal atau ada gangguan lain, maka waktu semuanya terlempar. Tapi itu risiko yang harus kita ambil." kata Biden.

Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan produksi AS tanpa mengolah lahan baru meski penanaman ganda bukan tanpa risiko. Pertama, dapat menguras tanah dari nutrisi penting yang berisiko ketika AS sudah menghadapi kekurangan pupuk. Untuk itu, Biden mengumumkan pendanaan 500 juta dolar AS untuk meningkatkan produksi pupuk.

Penanaman ganda juga bisa berisiko gagal panen. Untuk membantu petani, pemerintah AS mengumumkan akan membuka asuransi panen ganda ke 1.935 wilayah.

Melansir Modern Farmer, memperluas produksi tanaman di seluruh AS dapat membantu menambah sumber daya untuk pasokan makanan global, serta meredam harga global. Christopher Barrett, ekonom pertanian di Cornell University mengatakan perang di Ukraina telah mengganggu pasokan pangan global dengan tiga cara.

Panen musim gugur di Ukraina masih tersimpan di gudang dan silo, tidak dapat meninggalkan pelabuhan Laut Hitam karena invasi Rusia. Selain itu gangguan cuaca pada tanaman gandum dan potensi gangguan penanaman di masa depan.

“Apa yang ditanam sekarang mungkin tidak dapat dipanen di musim gugur, jika tiba-tiba area yang ditanami hari ini adalah zona perang dalam waktu lima bulan, atau jika tidak ada tenaga kerja untuk membawa hasil panen dalam waktu empat atau lima bulan.” jelasnya.

Menurut dia, dalam kondisi seperti ini peningkatan pasokan, melalui penanaman ganda di AS bisa berperan. Lebih banyak sumber daya dapat mencegah guncangan pasokan, jika tanaman Ukraina ditarik dari pasar global. 

Strategi penanaman ganda muncul setelah AS mengambil sejumlah langkah dalam mengatasi kerawanan pangan. Beberapa kelompok telah menyumbangkan uang, seperti Serikat Petani Nasional (NFU), yang pada bulan April menjanjikan 125.000 dolar AS dalam bantuan kemanusiaan. 

USDA dan USAID menarik dana 282 juta dolar AS dari Bill Emerson Humanitarian Trust, yang akan digunakan untuk membeli tanaman dari AS. Hasil panen didistribusikan ke negara paling terdampak kenaikan harga pangan seperti Yaman, Sudan Selatan dan Ethiopia. Namun, biaya untuk mengangkut makanan AS ke negara-negara itu cukup besar. 

“Ini seperti jika Anda punya teman yang sakit dan dikarantina di rumah, dan Anda ingin mengirimi mereka makanan. Anda ingin mengirimi mereka makanan 20 dolar, tetapi ada biaya pengiriman 30 dolar," kata Barrett.

Baca Juga: Joe Biden Ajak Petani AS Gandakan Hasil Panen Hadapi Kerawanan Pangan
Negara Ini Larang Ekspor Gandum untuk Keamanan Pangan Dalam Negeri



Peningkatan biaya transportasi sebagian disebabkan kenaikan biaya bahan bakar. Penelitian menunjukkan pengiriman secara rutin tertunda selama berbulan-bulan. Penelitian itu juga menunjukkan AS membayar lebih untuk biaya pengiriman hingga 50 juta dolar AS per tahun. 


Video Terkait