Harga Pangan Naik 300 Persen, Demonstrasi Besar-besaran Terjadi

Ilustrasi Demonstrasi. (Sariagri/Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 14 Mei 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Sebanyak 22 orang yang terlibat dalam unjuk rasa ditahan pihak berwenang Iran, di mana mereka menuntut akan naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok khususnya makanan.

15 orang di antaranya ditangkap pada Kamis (12.5.2022) di Kota barat daya Dezful, Provinsi Khuzestan dan tujuh lainnya di kota Yasuj, Provinsi Kohgiluyeh-Boyerahmad bagian selatan. Dilansir dari laman Associated Press, Sabtu (14/5/2022)

Dilansir dari berbagai sumber, protes massa unjuk rasa tersebut pecah sejak Kamis kemarin, setelah pemerintah Iran mengumumkan adanya potongan subsidi untuk bahan makanan. Harga kebutuhan pangan seperti minyak goreng, ayam telur dan susu naik hingga 300 persen sejak pemotongan subsidi tersebut.

Salah satu video di media sosial memperlihatkan pengunjuk rasa terlihat berbaris melalui Dezful dan Mahshahr di provinsi barat daya Khezestan, meneriakkan "Matilah Khamenei! Mati Raisi!"

Ini merupakan wujud dari kekecewaan rakyat Iran atas gagalnya pemenuhan janji Presiden Iran, Ebrahim Raisi, untuk menciptakan lapangan kerja, mencabut sanksi ekonomi, dan menyelamatkan perekonomian Iran.

Akibat pengumuman itu, warga Iran berbondong-bondong menggeruduk tempat perbelanjaan. Panic buying melanda Iran beberapa jam sebelum kebijakan tersebut diterapkan. 

Warga menyerbu toko-toko dan memasukkan barang-barang pokok ke dalam kantong plastik besar. Antrean panjang juga tampak di depan toko-toko di Teheran.

"Demo semacam ini sering terjadi di Iran. Walaupun memiliki premis yang berbeda-beda, pesannya tetap sama. Mereka memprotes rezim yang brutal," kata Lisa Daftari, pakar asal Iran dan pemimpin redaksi Foreign Desk. 

"Ini juga merupakan bukti bahwa protes tidak lagi hanya terjadi di Teheran atau daerah perkotaan lain. Kali ini protes terjadi di daerah-daerah pedesaan oleh masyarakat Iran yang sangat luas dan beragam," tambahnya.

Baca Juga: Harga Pangan Naik 300 Persen, Demonstrasi Besar-besaran Terjadi
Pangan Langka Harga Tinggi, Industri Indonesia Bergantung Impor Bahan Baku

Perekonomian Iran diperparah dengan dampak dari Perang Rusia-Ukraina. Pasokan bahan pangan Iran telah terhambat akibat perang tersebut. Iran mengimpor setengah kebutuhan minyak gorengnya dari Ukraina dan setengah kebutuhan gandumnya dari Rusia. Maraknya penyelundupan roti bersubsidi ke Irak dan Afghanistan juga ikut andil dalam kekacauan ekonomi ini.

Kini Iran telah mengalami inflasi hingga 40 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak 1994. Angka pengangguran juga meroket dan Pusat Statistik Iran mencatat sekitar 30 persen rumah tangga hidup dibawah garis kemiskinan.

Video Terkait