Pangan Langka Harga Tinggi, Industri Indonesia Bergantung Impor Bahan Baku

Kios bahan pokok di Pasar Mardika Ambon.(Antara/Winda Herman)

Editor: Reza P - Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Ketergantungan terhadap impor bahan baku industri di Tanah Air diklaim masih cukup tinggi, hal itu diungkap oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono melalui keterangan yang diterima.

Sartono menilai dalam menyikapi kondisi tersebut perlu dilakukan rapat lintas komisi dan kementerian dalam mencari solusi yang menghambat produksi dan kebutuhan industri dalam negeri.

“Kami juga menemukan selain harga tinggi, tapi juga langka. Salah satunya nanti kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pertanian karena terkait dengan salah satu bahan baku yang cukup banyak diimpor, yaitu susu,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti persoalan daya beli masyarakat yang dinilai cenderung turun belakangan ini, yang disebab dampak pandemi Covid-19 dan hal itu menjadi salah satu imbas terjadinya inflasi.

“Dalam dua tahun ini pemerintahan agar fokus terhadap sektor-sektor tertentu guna mengatasi menurunnya daya beli masyarakat, khususnya terhadap produk pangan,” katanya.

Sebelumnya, Rabu (11/5) dalam kunjungan Komisi VII ke PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Nutritionals di Cikampek, Karawang, Sartono mendukung kedua perusahaan tersebut dalam berbagai program dan produk yang dihasilkan untuk membantu pemerintah mengatasi permasalahan stunting.

Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat tersebut meminta ada kerja sama lintas kementerian dan instansi untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia.

“Agar dilakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang memiliki kasus stunting sehingga dapat dilakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang memproduksi makanan untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi dan mengatasi stunting,” terangnya.

Baca Juga: Pangan Langka Harga Tinggi, Industri Indonesia Bergantung Impor Bahan Baku
Komisi IV DPR RI Pastikan Stok Beras Aman Tidak Ada Alasan untuk Impor

Lebih lanjut Sartono meminta dalam pertemuan tersebut bahwa harus ada komposisi yang pas untuk kebutuhan pekerja atau pegawai di PT Kalbe Morinaga Indonesia dan PT Kalbe Nutritionals.

“Komisi VII DPR mendukung program pelatihan-pelatihan bagi pegawai di PT Kalbe. Selain itu, masyarakat di sekitar pabrik ini juga harus mendapatkan manfaat dari keberadaan industri ini, dalam artian tidak terpinggirkan,” pungkas legislator dari Dapil Jatim VII itu.

Video Terkait