Soal Minyak Goreng, DPR: Bulog Jangan Banyak Wacana dan Obral Janji

Minyak goreng curah. (Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 14 Mei 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Polemik tingginya harga minyak goreng masih terus dirasakan masyarakat, meskipun ekspor CPO dan minyak goreng telah dilarang pemerintah namun kenaikannya masih terus mencekik.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto baru-baru ini mendesak Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) agar membantu menurunkan harga minyak goreng di pasaran. Menurutnya, Bulog harus kerja ekstra dalam persiapan distribusi minyak curah.

"Bulog jangan melulu tenggelam pada birokrasi dan koordinasi antar kementerian dan banyak berwacana serta obral janji terkait upaya normalisasi harga minyak goreng," ujarnya.

Anggota DPR Fraksi PKS tersebut juga meminta Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk mempercepat proses kerja Bulog, di antaranya mengatur kebijakan teknis dan persiapan pendanaan sebagai modal kerja pembelian minyak goreng dari produsen.

Lebih lanjut Mulyanto mengimbau agar pihak terkait mempercepat prosesnya karena argometer kebijakan larangan ekspor CPO berjalan dengan harga mahal yang harus dibayar pemerintah.

Baca Juga: Soal Minyak Goreng, DPR: Bulog Jangan Banyak Wacana dan Obral Janji
Pansus Minyak Goreng, Mana Janjimu DPR?

"Amanat kepada Bulog kan sudah hampir tiga minggu. Namun, tata niaga migor curah di lapangan tidak memperlihatkan perubahan yang berarti. Migor curah masih langka dan harga masih jauh di atas HET," tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) harga migor curah masih bertengger di angka Rp 19 ribu per kilogram. Sementara untuk minyak goreng kemasan pasokannya telah mudah ditemukan namun harganya masih berkisar Rp50 ribu per dua liternya.

Video Terkait