Laku 1.159 Baki, Komoditas Ini Favorit Peserta Program Pangan Bersubsidi

Program Pangan Bersubsidi di Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/5/2022). (Antara/ HO-Kominfotik Jakarta Utara)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 13 Mei 2022 | 18:40 WIB

Sariagri - Program Pangan Bersubsidi (PPB) digelar di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Sunter Jaya Berseri, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Telur menjadi komoditas favorit warga Sunter Jaya. 

Lurah Sunter Jaya, Eka Persilian Yeluma mengatakan 1.159 baki telur terjual saat program pangan bersubsidi digelar Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ), Perumda Pasar Jaya dan Perumda Dharma Jaya.

"Daging sapi terjual 1.030 kilogram, daging ayam terjual 1.059 ekor, beras terjual 1.081 kantong, telur terjual 1.159 baki, susu terjual 922 karton, dan ikan terjual 753 kilogram. Untuk PPB kali ini, melihat jumlah telur yang terjual, bisa dikatakan menjadi favorit masyarakat," ujar Eka dalam keterangannya di Jakarta Utara, Jumat (13/5/2022).

Nantinya, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar PPB sebulan sekali untuk membantu meningkatkan perekonomian warga ibu kota. Dengan pelaksanaan PPB secara berkala diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama di masa pandemi COVID-19.

"Juga dapat memenuhi kebutuhan gizi warga. Harapannya subsidi pangan murah dapat terus dilakukan, supaya dapat meningkatkan keterjangkauan ekonomi warga," kata Eka.

Selain itu, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) juga tengah menyosialisasikan penggunaan media tanam organik serbuk kelapa (cocopeat) kepada penggiat pertanian perkotaan (urban farming) untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas KPKP Kota Jakarta Utara Unang Rustanto mengatakan metode penanaman menggunakan cocopeat itu perdana disosialisasikan pada Kamis (12/5/2022).

Penggunaannya belum pernah dilakukan di lahan pertanian perkotaan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Walkot Farm, maupun lahan milik penggiat pertanian perkotaan.

"Kami sudah lakukan seremonial dengan tanam serentak menggunakan media tanam cocopeat dengan bibit buah impor kemarin. Berhasil atau tidak, akan kami tunggu hingga berbuah. Jika berhasil berbuah nanti akan dipanen serentak bersama Wali Kota," kata Unang.

Dia menerangkan, penggiat urban farming yang juga diisi pengelola RPTRA diberikan media tanam, nutrisi tanaman, maupun bibit untuk langsung menerapkannya di lahan masing-masing usai mendapatkan materi sosialisasi.

Diharapkan dengan media tanam baru ini dapat menambah semangat penggiat pertanian perkotaan di Jakarta Utara untuk terus menanam berbagai jenis tanaman sekaligus memberikan ilmu baru kepada masyarakat lainnya.

"Para peserta sangat antusias sekali untuk mengetahui cara menggunakan media tanam cocopeat ini. Semoga dengan berbagai jenis buah maupun sayur yang mereka tanam dapat berhasil hingga berbuah," kata Unang.Baca Juga: Laku 1.159 Baki, Komoditas Ini Favorit Peserta Program Pangan Bersubsidi
Ini Penyebab Kenaikan Harga Telur Ayam di Sejumlah Daerah



Pemerintah Kota Jakarta Utara juga mendapat tambahan motivasi berupa 25 jenis bibit timun Jibai Shimoshirazu dan Melon Hales Best untuk ditanam di Walkot Farm.

Ke depan, Walkot Farm juga bisa ditanami jenis buah impor atau langka seperti semangka putih, melon india dan lainnya agar dapat memberikan ilmu dan manfaat kepada semua, sekaligus menambah perekonomian masyarakat.

Video Terkait