Daging Babi Kaleng Berlabel Ikan dari Cina Disita Aparat Malaysia

Ilustrasi - Daging babi. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 13 Mei 2022 | 16:20 WIB

Sariagri - Layanan Karantina dan Inspeksi Malaysia (Maqis) menyita daging babi kaleng berlabel ikan dari Cina sebelum sempat dijual ke pasaran. Wakil Direktur Jenderal Maqis, Dr Azhari Sharidan Abu Bakar mengatakan pihaknya menggagalkan upaya untuk membawa sebuah kontainer berisi 864 kotak (20.736 kaleng) "Daging Makan Siang Ikan Meining Kaleng" di Terminal Kontainer Butterworth Utara (NBCT).

Melansir The Star Malaysia, Azhari mengatakan penyitaan dilakukan pada Februari lalu. Saat itu petugas penegak Maqis menemukan 7.050.24kg produk ikan dalam kaleng dari Cina senilai RM326.592.

"Pengiriman itu ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut karena diimpor dengan informasi membingungkan dan salah. Barang yang diimpor dengan informasi palsu, tidak akurat atau membingungkan merupakan pelanggaran berdasarkan Pasal 13 Undang-Undang Layanan Karantina dan Inspeksi Malaysia 2011 (UU 728)," ujarnya saat konpers di Kantor Maqis di Bayan Lepas, Kamis (12/5/2022).

Azhari mengatakan penyelidikan lebih lanjut menunjukkan  produk berlabel ikan sebenarnya adalah daging babi.

"Produknya diambil sampel dan diuji oleh Departemen Kimia Malaysia," ungkapnya.

Malaysia melarang impor daging babi dari Cina untuk menghindari risiko African Swine Fever (ASF) masuk ke negeri Jiran.

"Ini bisa mempengaruhi industri peternakan babi di sini dan produksi produk daging babi," katanya.

Dia mengatakan perusahaan pengimpor itu dijerat Pasal 11 (1) Undang Undang Layanan Karantina dan Inspeksi Malaysia 2011 karena mengimpor produk pertanian tanpa izin impor yang sah dari Maqis.

Baca Juga: Daging Babi Kaleng Berlabel Ikan dari Cina Disita Aparat Malaysia
Pakar IPB: Perdagingan Nasional Sedang Kanker Stadium 1



"Perusahaan didenda RM16.000 (sekitar Rp53 juta) untuk setiap tuduhan dan telah membayarnya. Sesuai Undang Undang, kami telah menyita barang-barang itu dan akan memusnahkannya dalam dua minggu ke depan,” katanya sambil menambahkan penyitaan daging babi terbesar tahun ini.

Dia menambahkan Maqis mengambil langkah proaktif untuk memastikan produk impor yang masuk ke Malaysia, terutama terkait keamanan pangan dan pengendalian penyakit.

 

Video Terkait