Mengejutkan! Ternyata Nenek Moyang Kita Pemakan Pohon dan Kayu

Ilustrasi Hutan (Unsplash)

Penulis: Triana, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 12 Mei 2022 | 19:10 WIB

Sariagri - Berbicara tentang asal-usul nenek moyang banyak spekulasi dan konspirasi yang beranggapan, manusia di zaman dahulu ketika itu hanya mengonsumsi tanaman yang ada di dekatnya.

Masalahnya, tidak ada yang mengetahui secara persis apa yang mereka makan. Namun, temuan tersebut dikuatkan dengan adanya penemuan di Chad, Afrika Selatan pada tahun 2008 lalu, Australopithecus sediba, ternyata merupakan pemakan kulit pohon dan kayu yang terungkap lewat penelitian fosil gigi yang ditemukan.

Hasil studi ini dipimpin oleh Amanda Henry dari Max Planck Institute of Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman. Jauh sebelum mengenal daging dan biji-bijian, nenek moyang terdahulu merupakan pemakan kulit pohon dan kayu yang ada disekitarnya.

Riset ini dilakukan melalui analisis plak gigi yang sudah menjadi fosil dan disebut calculus. Detailnya, riset menganalisis pola gigi, fragmen tumbuhan pada gigi, dan data karbon isotop. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa selain memakan buah dan dedaunan, nenek moyang manusia juga memakan kulit pohon dan kayunya.

Para ilmuwan berdecak kagum atas hasil penemuan ini. Selama ini, tak ada kera besar Afrika, termasuk simpanse, yang mengkonsumsi tumbuhan yang banyak ditemukan di kawasan tropis dan subtropis itu. Hanya babon padang rumput yang diketahui memakan rumput dan ilalang.

Namun, penemuan ini juga menimbulkan spekulasi karena mengindikasikan jika sediba lebih mendekati setengah manusia dan setengah simpanse. Sebab, mereka memilih untuk tinggal dan hidup dari lingkungan kayu, mirip dengan simpanse dan gorila masa kini.

Jika diinterpretasikan sekitar dua juta tahun lalu, nenek moyang manusia dan kerabatnya mengeksplorasi berbagai variasi lingkungan. Serta bagaimana berperilaku di lingkungan tersebut.

Baca Juga: Mengejutkan! Ternyata Nenek Moyang Kita Pemakan Pohon dan Kayu
Hari Hutan Internasional 2021: Restorasi Hutan Pulihkan Kesehatan

Pola konsumsi biji-bijian baru hadir belakangan setelah penemuan ini. Gigi A. bahrelghazali sangat kasar dan memiliki kemampuan menggerus makanan seperti rerumputan tropis. Akar dan umbi juga menjadi makanan pokok manusia purba dari Chad ini.

Tiga fosil manusia purba itu ditemukan pada dua situs di Gurun Djurab. Gurun ini merupakan daerah kering dan tandus dekat bekas Sungai Bahr el Ghazal yang dulunya menghubungkan dua cekungan di sekitar Sungai Chad. Peneliti menemukan, pada masa lalu, daerah ini ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan perdu dan rerumputan.

Video Terkait