Penelitian Terbaru: Produk Susu Berkaitan dengan Risiko Kanker

Ilustrasi susu. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 9 Mei 2022 | 13:40 WIB

Sariagri - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa produk susu berkaitan dengan meningkatkan risiko penyakit kanker. Dalam risetnya, para peneliti dari Oxford Population Health bersama Peking University, and the Chinese Academy of Medical sciences di Beijing mengumpulkan data lebih dari 510.000 peserta survey yang terdiri dari 59 persen perempuan dan 41 persen laki-laki.

Seluruh peserta survey berasal dari 10 wilayah Cina yang beragam dan bergabung dalam penelitian selama 2004 hingga 2008, mereka tidak memiliki riwayat kanker sebelumnya.

Para peneliti kemudian mengkategorikan peserta dalam tiga kelompok, yaitu konsumen produk susu biasa (seminggu sekali), konsumen produk susu bulanan, dan orang yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi produk susu.

Analisis data riset juga memperhitungkan faktor lainnya yang dapat mempengaruhi risiko kanker seperti usia, jenis kelamin, wilayah, riwayat keluarga, status sosial ekonomi, gaya hidup, indeks massa tubuh, infeksi virus hepatitis B kronis, dan faktor reproduksi wanita untuk kanker payudara.

Hasil studi menemukan bahwa secara keseluruhan, orang yang mengonsumsi produk susu secara teratur memiliki risiko lebih besar terkena kanker hati dan payudara. Untuk setiap konsumsi 50 gram per hari, maka risikonya meningkat sebesar 12 dan 17 persen.

Selama masa penelitian tercatat 29.277 kasus kanker baru, dengan tingkat tertinggi adalah kanker paru-paru (6.282 kasus), diikuti oleh payudara wanita (2.582 kasus), perut (3.577 kasus), kolorektal (3.350 kasus) dan kanker hati (3.191 kasus)

Kanker hati dan kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi di Cina, terhitung sekitar 368.000 - 393.000 kasus kanker baru setiap tahunnya.

Menurut peneliti, konsumsi produk susu yang lebih besar dapat meningkatkan kadar faktor pertumbuhan seperti insulin-I (IGF-I) yang mendorong proliferasi sel dan telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk beberapa jenis kanker.

Selain itu, kata peneliti, secara potensial hormon seks wanita dalam susu sapi seperti estrogen dan progesteron mungkin memiliki peran dalam peningkatan risiko kanker payudara. Sementara asam lemak jenuh dan lemak trans dari produk susu dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Ahli Epidemiologi Nutrisi di Oxford Population Health mengatakan studi tersebut menjadi yang terbesar pertama dalam menyelidiki hubungan antara produk susu dan risiko kanker pada populasi Cina.

"Studi lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasinya," katanya.

Meski rata-rata konsumsi susu di China jauh lebih rendah daripada negara di Eropa, dalam beberapa dekade terakhir tingkat konsumsi produk susu telah meningkat pesat.

Baca Juga: Penelitian Terbaru: Produk Susu Berkaitan dengan Risiko Kanker
Sederet Buah dan Sayur yang Wajib Dikonsumsi Wanita



Huaidong Du, Senior Research Fellow at Oxford Population Health mengatakan meski hasil riset menunjukkan kemungkinan hubungan konsumsi produk susu terhadap risiko kanker tertentu, tidak bisa dipungkiri bahwa produk susu adalah sumber protein, vitamin dan mineral.

"Tidaklah bijaksana untuk mengurangi konsumsi susu hanya berdasarkan hasil penelitian saat ini tanpa memastikan asupan protein, vitamin, dan mineral yang cukup dari sumber makanan lainnya," kata Huaidong Du dikutip phys.org.  

Video Terkait