Gudang Gandum Ukraina Penuh, 44 Juta Warga Dunia Terancam Kelaparan

Hasil pertanian gandum. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 8 Mei 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - The World Food Programme (WFP) menyerukan pembukaan kembali pelabuhan di wilayah Odessa di Ukraina selatan. Dengan pembukaan pelabuhan diharapkan hasil produksi pangan Ukraina dapat bergerak bebas ke seluruh dunia.

"Saat ini gudang gandum Ukraina sudah terisi penuh. Pada saat yang sama, 44 juta orang di seluruh dunia berbaris menuju kelaparan. Kita harus membuka pelabuhan ini sehingga makanan dapat masuk dan keluar dari Ukraina," ujar kepala WFP David Beasley dikutip dari Food NDTV, Minggu (8/5/2022). 

"Dunia menuntut karena ratusan juta orang di seluruh dunia bergantung pada pasokan ini," tambahnya.

"Saya mendesak semua pihak yang terlibat untuk mengizinkan makanan keluar dari Ukraina ke tempat yang sangat membutuhkan sehingga kami dapat menghindari ancaman kelaparan yang membayangi," katanya.

Sebelum perang, sebagian besar produksi pangan Ukraina diekspor melalui tujuh pelabuhan Laut Hitam negara itu.  Akibat pemblokiran pelabuhan karena perang, jutaan ton biji-bijian disimpan dalam silo di Odessa dan pelabuhan Laut Hitam Ukraina lainnya.

Baca Juga: Gudang Gandum Ukraina Penuh, 44 Juta Warga Dunia Terancam Kelaparan
Berbagai Cara Mengolah Sorgum, Tanaman Biji-bijian yang Kaya Manfaat

Jika pelabuhan tidak dibuka kembali, petani Ukraina tidak akan memiliki tempat untuk menyimpan panen musim panas berikutnya. Ini akan berdampak pada pemborosan makanan besar.

Menurut WFP, sekitar 276 juta orang di seluruh dunia menghadapi kelaparan akut di awal 2022. Jumlah itu diperkirakan meningkat 47 juta jika konflik di Ukraina berlanjut, dengan peningkatan tertinggi tercatat di Afrika sub-Sahara. 

Video Terkait