FAO Umumkan Harga Pangan Dunia Mulai Alami Penurunan

Ilustrasi petani di lahan pertanian. (pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 7 Mei 2022 | 08:00 WIB

Harga pangan dunia mengalami penurunan pada April 2022 setelah mencapai rekor tertinggi pada Maret lalu. Indeks pangan dunia mencatata komoditas pangan yang paling banyak diperdagangkan secara global turun menjadi 158,5 poin, lebih rendah dari level 159,7 yang terjadi pada Maret.

“Penurunan kecil dalam indeks merupakan bantuan yang disambut baik, terutama untuk negara-negara berpenghasilan rendah yang mengalami defisit pangan, “kata Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero Cullen, dikutip dari Reuters.

“Tetapi harga pangan masih tetap mendekati level tertingginya baru-baru ini, mencerminkan ketatnya pasar yang terus-menerus dan merupakan tantangan bagi ketahanan pangan global bagi mereka yang paling rentan, “ sambungnya.

Meskipun turun dari bulan ke bulan (mtm), indeks harga pangan pada April 29,8% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sejumlah analisis menilai ini terjadi lantaran adanya krisis geopolitik atas invasi Rusia ke Ukraina.

Mengutip situr resmi FAO, disebutkan penurunan ini sebagian besar berasal dari sub-indeks minyak nabati, disertai dengan sedikit penurunan pada sub-indeks harga sereal. Sedangkan itu, sub-indeks harga gula, daging, dan susu masih mengalami kenaikan yang moderat, dikutip dari situs resminya.

Kemudian FAO Cereal Price Index, yang mengukur harga tanaman biji-bijian turun 0,4% dari rekor tertinggi yang dicapai pada Maret 2022. Harga grain kasar internasional turun 1,8%, dipimpin oleh penurunan harga maize (jagung) sebesar 3,00%, sorgum turun 0,4%, sedangkan jelai (barley) naik 2,5%. Gandum naik 0,2%, dan beras meningkat 2,3%.

Video Terkait