Ancaman di Balik Cuaca Ekstrem dan Perang, Dunia Bakal Alami Krisis Pangan?

ratusan ribu orang di Ethiopia kelaparan. (Reuters via Antara)

Editor: Dera - Kamis, 5 Mei 2022 | 13:10 WIB

Sariagri - Cuaca ekstrem sangat berdampak pada keberlangsungan makhluk hidup di dunia. Kekeringan berkepanjangan maupun curah hujan yang tinggi, jelas sangat berpengaruh pada sektor pertanian. 

Artinya, jika cuaca ekstrem atau perubahan iklim yang tengah melanda dunia tidak segera diatasi, maka dunia pun terancam krisis pangan. 

Selain cuaca ekstrem, Jaringan Global Melawan Krisis Pangan (GNAFC) mengatakan gejolak ekonomi akibat pandemi COVID-19 hingga konflik perang Rusia-Ukraina, dapat memperburuk krisis pangan dunia. 

Laporan GNAFC menyebut, skala kehancuran dalam hal kelaparan dan kehilangan mata pencaharian akan sangat mengerikan jika dukungan untuk masyarakat pedesaan tidak ada.  

Berdasarkan laporan Lembaga yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa mengatakan bahwa sejak 2016, kerawanan pangan meningkat hampir dua kali lipat. Oleh karena itu, negara-negara di dunia harus melakukan tindakan kemanusiaan dalam skala besar agar hal tersebut tidak terjadi. 

Baca Juga: Ancaman di Balik Cuaca Ekstrem dan Perang, Dunia Bakal Alami Krisis Pangan?
Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan RI, Ini Pesan Jokowi dan Megawati

Terlebih, invasi Rusia ke Ukraina memperparah ketahanan pangan global, terutama di negara-negara krisis pangan termasuk Afghanistan, Ethiopia, Haiti, Somalia, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman.

Pasalnya, negara-negara yang sudah menghadapi ancaman kelaparan tersebut sangat tergantung pada impor makanan. Misalnya saja, 90 persen kebutuhan gandum negara Somalia berasal dari Rusia dan Ukraina, Republik Demokratik Kongo juga menerima 80 persen, dan Madagaskar mengimpor 70 persen makanan pokok dari kedua negara tersebut. 

Video Terkait