Daftar 4 Minyak Goreng yang Lepaskan Bahan Kimia Beracun Pemicu Kanker

Ilustrasi minyak goreng. (Antara)

Editor: Tanti Malasari - Minggu, 1 Mei 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Minyak goreng adalah bahan pokok yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak, hampir kebanyakan menu masakan diolah dengan menggunakan minyak goreng.

Namun perlu diketahui, ada beberapa jenis minyak goreng yang ternyata bisa melepaskan bahan kimia beracun yang menyebabkan penyakit kanker. Penelitian ini menyebutkan bahwa memasak dengan minyak nabati lebih berbahaya daripada menggunakan lemak jenuh, seperti mentega dan lemak babi.

Dilansir dari Express, Jumat (29/4/2022) ada beberapa senyawa genetik yang berasal dari empat minyak alami bisa menjadi racun bagi tubuh. Hal inilah yang membuat empat jenis minyak nabati sebaiknya dihindari saat menggoreng makanan. Lantas apa saja keempat minyak tersebut?

Menurut penelitian, ketika minyak jagung, bunga matahari, kelapa sawit dan kacang kedelai dipanaskan, maka keempatnya akan melepaskan bahan kimia yang dikenal sebagai aldehida. Aldehida ini merupakan bahan kimia beracun yang sering dikaitkan dengan berbagai jenis kanker.

Beberapa penelitian menunjukkan senyawa beracun dapat meningkatkan oksidasi retinaldehid, mengubahnya menjadi asam retinoat. Dengan begitu kandungan ini dapat menyebabkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel kanker dalam tubuh manusia.

Berbeda dari jenis minyak lainnya, minyak bunga matahari sebenarnya dapat dipanaskan pada suhu yang lebih tinggi sebelum mulai berasap. Namun, sayangnya minyak ini mengandung lemak tak jenuh ganda yang sangat banyak dan dapat terurai menjadi aldehida saat terkena panas.

Dalam penelitian awal yang dilakukan oleh DeMonfort University, para peneliti menemukan bahwa makanan yang digoreng dengan minyak nabati mengandung aldehida 200 kali lebih banyak daripada jumlah harian yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun menariknya, hasil penelitian ini menemukan bahwa minyak yang paling sehat dari semua minyak adalah minyak kelapa. Meskipun sebenarnya memasak dengan minyak zaitun, lemak babi dan mentega menghasilkan jumlah aldehida yang jauh lebih rendah.

Namun, para peneliti tetap menyarankan agar tidak mengonsumsi lemak jenuh setiap hari sebab berpengaruh pada penyebab penyakit jantung seperti kolesterol tinggi. Terlebih lagi, beberapa studi epidemiologi menunjukkan tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa paparan aldehida menyebabkan kanker pada manusia.

Baca Juga: Daftar 4 Minyak Goreng yang Lepaskan Bahan Kimia Beracun Pemicu Kanker
Terlalu Sering Makan Mi Instan, Wanita Ini Terkena Tumor Payudara

Di sisi lain, The World Cancer Research Fund menyatakan bahwa menelan sejumlah kecil minyak justru dapat menawarkan manfaat kesehatan dengan membantu tubuh menyerap vitamin.

Dalam penelitian terpisah menemukan risiko tambahan yang datang akibat menggunakan minyak goreng bekas yaitu meningkatkannya risiko kanker usus besar. Ini karena minyak yang terurai dapat meningkatkan risiko kanker melalui mutasi dan mengubah gen yang memulai penyebaran kanker.

Video Terkait