Harga Minyak Nabati Melesat, Imbas Indonesia Larang Ekspor CPO

Ilustrasi - Komiditas kedelai. (Pixabay)

Editor: Yoyok - Senin, 25 April 2022 | 09:15 WIB

Sariagri - Harga minyak nabati yang diperdagangkan di Bursa Komoditas Chicago, Amerika Serikat (AS), melesat mendekati level harga tertinggi sejak 2008. Kenaikan harga minyak kedelai atau soybean oil (soyoil) berjangka ini dipicu oleh keputusan Indonesia untuk melarang ekspor minyak sawit meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan minyak nabati dunia.

Reuters pada  Senin (25/4) melaporkan harga kontrak minyak kedelai yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,82 persen menjadi 81,17 dolar AS per pon pada pukul 07.38 WIB.

Baca Juga: Harga Minyak Nabati Melesat, Imbas Indonesia Larang Ekspor CPO
Harga Kedelai Menguat di Tengah Prospek Permintaan Ekspor AS

Akhir pekan lalu, Indonesia, produsen minyak sawit terbesar dunia, mengumumkan rencana untuk melarang ekspor minyak nabati yang paling banyak digunakan itu. Keputusan ini dinilai sebagai,sebuah langkah mengejutkan yang selanjutnya dapat mengobarkan lonjakan inflasi pangan global.

Penghentian pengiriman minyak goreng dan bahan mentahnya, yang banyak digunakan dalam banyak produk mulai dari kue hingga kosmetik, dapat meningkatkan biaya bagi produsen makanan kemasan secara global dan memaksa pemerintah untuk memilih antara menggunakan minyak nabati untuk makanan atau bagi bahan bakar nabati. Indonesia menyumbang lebih dari setengah pasokan minyak sawit global.

Video Terkait