Ini Alasan Mengapa Makanan yang Digoreng Dianggap Berbahaya Bagi Kesehatan

Ilustrasi Menggoreng Kentang. (Sariagri/Pixabay)

Editor: Reza P - Sabtu, 23 April 2022 | 21:30 WIB

Sariagri - Menggoreng dengan minyak merupakan metode memasak yang paling banyak digunakan. Mulai dari restoran hingga makanan kaki lima memasak makanannya dengan menggoreng. Oleh karena itu, makanan yang digoreng sangat populer, seperti contoh ayam, ikan, seafood, atau makanan ringan.

Namun perlu Sobat Agri ketahui, jika makanan yang digoreng cenderung tinggi kalori dan lemak trans. Hal itulah mengapa makanan yang digoreng mempunyai dampak buruk bagi kesehatan.

Berikut alasan kenapa makanan yang digoreng tidak baik untuk tubuh yang jarang orang ketahui dirangkum dari berbagai sumber.

Makanan yang Digoreng Tinggi Kalori

Seperti yang baru disebutkan di atas, jika makanan yang digoreng akan jauh lebih tinggi kalori ketimbang kamu memasaknya dengan metode lain. 

Berdasarkan artikel dari laman healthline, ketika makanan digoreng dengan minyak, makanan kehilangan air dan menyerap lemak, yang selanjutnya meningkatkan kandungan kalorinya.

Misalnya, satu kentang panggang kecil (100 gram) mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak, sedangkan kentang goreng dalam jumlah yang sama (100 gram) mengandung 319 kalori dan 17 gram lemak. Seperti yang kamu lihat, kalori bertambah dengan cepat saat makan makanan yang digoreng.

Makanan yang Digoreng Biasanya Tinggi Lemak Trans

Mengutip dari laman wmnlife, lemak trans terbentuk ketika lemak tak jenuh mengalami proses yang disebut hidrogenasi. Produsen makanan sering menghidrogenasi lemak menggunakan tekanan tinggi dan gas hidrogen untuk meningkatkan umur simpan dan stabilitasnya.

Akan tetapi hidrogenasi juga terjadi ketika minyak dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi selama memasak. Proses tersebut mengubah struktur kimia lemak, membuatnya sulit untuk dipecah oleh tubuh kamu, yang pada akhirnya dapat menyebabkan efek kesehatan yang negatif.

Yang wajib untuk kamu ketahui adalah lemak trans sering dijadikan penyebab utama peningkatan risiko banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, dan obesitas. Hal tersebut karena makanan yang digoreng dalam minyak bersuhu tinggi, memiliki kandungan lemak trans.

Makanan Goreng Mungkin Mengandung Akrilamida Berbahaya

Akrilamida adalah zat beracun yang dapat terbentuk dalam makanan selama memasak suhu tinggi, seperti menggoreng atau memanggang. 

Zat ini terbentuk atas terjadinya reaksi kimia antara gula dan asam amino yang disebut asparagin. Makanan bertepung seperti produk kentang goreng dan makanan yang dipanggang biasanya memiliki konsentrasi akrilamida yang lebih tinggi.

Satu ulasan menemukan hubungan sederhana antara akrilamida makanan pada manusia dan kanker ginjal, endometrium, dan ovarium. Studi lain menunjukkan bahwa akrilamida makanan pada manusia tidak terkait dengan risiko semua jenis kanker umum. 

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Makanan yang Digoreng Dianggap Berbahaya Bagi Kesehatan
Hati-hati! Dokter Ungkap Kelebihan Protein Berisiko Rusaknya Organ Vital

Namun, penting untuk membedakan antara lemak trans buatan dan lemak trans yang terjadi secara alami dalam makanan seperti daging dan produk susu. 

Ini belum terbukti memiliki efek negatif yang sama pada kesehatan seperti yang ditemukan dalam makanan yang digoreng dan diproses.

Video Terkait