Harga Kedelai Menguat di Tengah Prospek Permintaan Ekspor AS

Ilustrasi - Komoditas kedelai. (Piqsels)

Editor: Yoyok - Kamis, 21 April 2022 | 09:15 WIB

Sariagri - Harga kontrak kedelai berjangka untuk pengiriman Juli ditutup menguat di Chicago Board of Trade (CBOT), Amerika Serikat (AS), Rabu (20/4) atau Kamis (21/4) pagi WIB. Kontrak kedelai ini merupakan level tertinggi dua bulan di tengah optimisme tentang permintaan ekspor untuk pasokan oilseed Amerika Serikat.

Harga jagung mengikuti kenaikan kedelai tetapi gandum berjangka jatuh karena aksi ambil untung, melemah sehari setelah kontrak Juli mencapai level tertinggi enam minggu.

Reuters melaporkan harga kedelai berjangka Chicago Board of Trade untuk kontrak pengiriman Juli ditutup melonjak 25,25 dolar AS menjadi 1.717 dolar AS per bushel setelah menyentuh 1.721,75 dolar AS, kontrak tertinggi sejak 24 Februari.

Sementara harga jagung CBOT untuk kontrak pengiriman Juli meningkat 10,25 dolar AS menjadi 810 dolar AS per bushel, sedangkan gandum Juli ditutup melemah 11,50 dolar AS menjadi 1.097,50 dolar AS per bushel.

“Harga ekspor kedelai AS kompetitif dengan pasokan Brasil untuk  loading  Mei, serta lebih murah ketimbang Brasil untuk Juni, Juli dan Agustus,” ujar Arlan Suderman, Kepala Ekonom StoneX. Brasil dan Amerika Serikat adalah eksportir kedelai utama dunia.

"Pengiriman kedelai Amerika sudah menjadi tren yang lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan musim panas aktif dalam loading kacang yang mengurangi pasokan AS," kata Suderman.

Harga jagung berjangka reli dari penurunan awal dan melayang tepat di bawah tingkat tertinggi sepanjang masa kontrak tersebut yang dicapai sehari sebelumnya. Trader terus memantau prakiraan cuaca untuk kawasan Midwest AS, di mana penanaman dimulai dengan lambat.

Ketidakpastian tentang dampak perang di Ukraina, yang sudah berlangsung selama dua bulan, -terhadap pasokan global jagung dan gandum terus menopang pasar tersebut.

"Kekurangan pasokan jagung Ukraina akan meningkatkan permintaan jagung dari pemasok alternatif seperti AS dan Brasil," kata Commerzbank.

Gandum berjangka memiliki support yang mendasarinya dari kondisi kering di kawasan Plains AS yang mengancam prospek produksi gandum musim dingin. Departemen Pertanian Amerika ( USDA ), Senin, menilai 30 persen gandum musim dingin AS dalam kondisi baik hingga sangat baik, terendah 26 tahun.

Baca Juga: Harga Kedelai Menguat di Tengah Prospek Permintaan Ekspor AS
Prospek Panen AS di Bawah Ekspektasi, Harga Gandum Melonjak

Namun gandum berjangka jatuh karena technical selling dan aksi ambil untung, sehari setelah kontrak Juli mencapai level tertinggi sejak 9 Maret.

Sementara itu, pekerja kapal Argentina akan melakukan pemogokan 24 jam, Kamis, meski aksi tersebut diperkirakan tidak akan mempengaruhi aktivitas di pelabuhan biji-bijian utama di dalam dan sekitar Rosario.

Video Terkait