Renyah Gurih Krupuk Kulit Cimooy Produk UMKM Asal Cipinang Muara

Sri Suwarni sukses menggeluti usaha kerupuk kulit selama belasan tahun. (Sariagri/Dwi Rachmawati)

Editor: M Kautsar - Rabu, 6 April 2022 | 14:20 WIB

Sariagri - Kerupuk kulit menjadi salah satu camilan favorit banyak orang. Rasa gurih dan tekstur renyah menempel di lidah, kerap membuat ketagihan saat menyantapnya. Kerupuk yang 100 persen terbuat dari kulit sapi ini sering disajikan pula di rumah makan dan restoran sebagai pelengkap hidangan utama.

Salah satu kerupuk kulit yang patut dicoba yaitu Kerupuk Kulit Cimooy buatan UMKM Berkah Asri. Diproduksi skala rumahan di Jalan Cipinang Ilir, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Pemiliknya bernama Sri Suwarni, wanita mandiri yang telah menjalankan usaha kerupuk kulit selama belasan tahun.

"Saya bangun usaha kerupuk kulit ini secara mandiri di tahun 2008. Sebelumnya memang sudah mengenal bisnis ini, kemudian saya coba bangun sendiri, pada awalnya juga dibantu sama bos-bos kulit sapi," kata Sri kepada Sariagri.

Di awal membangun usaha kerupuk kulit, Sri mengaku tidak mempunyai modal sepeserpun. Hanya pengalaman membuat kerupuk kulit dan pemasaran yang dia miliki. Lantas, berkat tekad dan kejujurannya, kemudahan demi kemudahan datang menghampiri usahanya.

"Karena saya juga sudah mengerti jalur pemasaran, para pelanggan datang ke saya untuk cari kerupuk," jelasnya.

Kerupuk kulit buatan Sri memiliki kualitas premium karena tekstur renyah dan gurih. Tak heran, kerupuk kulitnya langganan dipasok ke restoran padang Simpang Raya di beberapa daerah di Jakarta.

Mulai dari reseller, hingga konsumen akhir pun rajin memesan kerupuk kulit Cimooy. Menurut Sri, saat ini kapasitas produksinya belum mampu memenuhi seluruh permintaan yang ada. Tak jarang para pelanggan harus memesan jauh hari sebelum produk tersedia.

"Kapasitas produksi belum bisa penuhi seluruh permintaan yang ada. Tapi saya adil ke pelanggan, kalau bahan baku kulit sapi lagi susah, saya bagi rata permintaan kerupuk kulit para pelanggan biar semua kebagian," jelasnya.

Kerupuk kulit buatan UMKM Berkah Asri. (Sariagri/Dwi Rachmawati)
Kerupuk kulit buatan UMKM Berkah Asri. (Sariagri/Dwi Rachmawati)




Selain menjual kerupuk kulit siap santap, Sri juga menjual kerupuk kulit mentah yang bisa digoreng sendiri oleh para konsumen.

Harga kerupuk kulit matang siap santap bervariasi tergantung dari ukuran kemasan. Kemasan 1 kilogram dihargai Rp155.000, kemasan 1/2 kilogram harganya Rp80.000, kemasan 1/4 harganya Rp40.000, dan kemasan ekonomis 68 gram harganya Rp12.000. Sementara itu, untuk kerupuk kulit mentah dijual per kilogram dengan harga Rp102.000 dan Rp123.000, tergantung dari kualitasnya.

"Jadi kalau kerupuk kulit mentah yang mahal itu, digoreng sekali kerupuk langsung mekar, tekstur lebih tipis. Sementara yang lebih murah, biasanya harus digoreng dua kali, teksturnya lebih padat dan berisi. Tapi tergantung selera konsumen semuanya," kata Sri.

Baca Juga: Renyah Gurih Krupuk Kulit Cimooy Produk UMKM Asal Cipinang Muara
Pameran Pangan Lokal 2021, BKP: Ciptakan UMKM Berdaya Saing dan Go Modern



Saat ini, Sri juga bergabung dengan program Jakpreneur dari Suku Dinas KPKP Jakarta Timur. Melalui Jakpreneur, Sri dibantu untuk meningkatkan kelas produknya, mulai dari label kemasan, izin PIRT, hingga upgrade kemasan.

"Saat ini saya sedang menyiapkan kemasan dan label baru yang lebih ekonomis. Harapannya jangkauan pasar produk saya bisa lebih luas lagi," pungkasnya.

Video Terkait