Komisi IV DPR RI Pastikan Stok Beras Aman Tidak Ada Alasan untuk Impor

Ilustrasi Pedagang Beras. (Sariagri/Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 2 April 2022 | 18:45 WIB

Sariagri - Komisi IV DPR RI memastikan bahwa ketersediaan beras menjelang bulan Ramadan aman. Hal tersebut diungkap setelah tim Komisi IV DPR melakukan peninjauan di Gedung Bulog Randugarut, Kecamatan Tugu, Semarang, Jawa Tengah.

Komisi IV meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sejumlah upaya dan kebijakan dalam rangka mendorong daya beli masyarakat menjelang Ramadan. Sehingga, roda perekonomian masyarakat terus bergerak memasuki bulan puasa hingga Lebaran mendatang.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, mengatakan menjelang Ramadan 2022, pihaknya sengaja melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah untuk memantau ketersediaan dan harga komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat.

“Memastikan ketersediaan bahan pokok, dan saya sudah keliling pasar sehingga paham berapa harga-harga di pasar. Dan saya lihat stoknya cukup ya, beras cukup dan kemudian kebutuhan-kebutuhan yang lain relatif cukup. Cuma memang problemnya daya beli publiknya yang perlu didorong kan, karena banyak pekerjaan yang belum normal sampai dengan hari ini,” ujarnya.

Produksi beras untuk Jawa tengah mencapai surplus memasuki bulan Ramadan. Dedi bersama anggota lainnya menegaskan menolak keras jika ada wacana untuk melakukan impor beras. Mengingat, rencana impor beras tersebut sudah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan gejolak bagi para petani.

“Kita di komisi pertanian, akan berpikir bagaimana memacu produksi pertanian dalam negeri. Jadi harus benar-benar dilihat bagaimana kondisi stok pangan kita saat ini. Jika memang mencukupi maka tidak perlu ada wacana impor,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi IV lainnya, Firman Soebagyo menyatakan bahwa di saat momen seperti ini menjadi tugas utama Bulog yakni dalam pengendalian cadangan beras pemerintah dan bagaimana mengendalikan beras di pasaran, khususnya Kementerian Perdagangan.

Dia menegaskan ketersediaan pangan cukup sehingga tidak ada alasan untuk impor. Apalagi, kata  dia, setiap tahun surplus beras, ini berarti sudah swasembada.

Direktur Keuangan Bulog Bagya Mulyanto menambahkan, ketersediaan beras yang ada di seluruh gudang di seluruh Indonesia dalam posisi aman dan cukup untuk kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan hingga Lebaran mendatang. Menurutnya, saat ini ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 800 ribu ton.

“Kalau beras sesuai penugasan kita, sampai dengan saat ini masih tersedia. Selain itu masyarakat petani kita juga sedang panen, panen raya ini. Jadi stoknya cukup, untuk beras tidak ada masalah dan harga stabil,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi turut memaparkan bahwa Kementan memberikan perhatian serius pada momen Ramadhan dan Idul Fitri.

"Pada saat ini akan banyak disoroti perihal ketersediaan, kecukupan stok sampai fenomena lonjakan atau penurunan harga pangan yang dapat mengganggu ibadah selama bulan suci tersebut," imbuhnya.

Suwandi memperkirakan apabila terjadi lonjakan harga lebih disebabkan pada masalah distribusi transportasi maupun kemitraan dengan offtaker.

Baca Juga: Komisi IV DPR RI Pastikan Stok Beras Aman Tidak Ada Alasan untuk Impor
Merugi Terus! Buwas Beberkan Hutang Negara Capai Hampir Rp4 Triliun ke Bulog

"Dari segi produksi cukup, jika kedua hal krusial tersebut dapat dikendalikan maka saya optimis semua akan aman," sebutnya.

“Dalam rangka menghadapi lebaran puasa ramadhan seluruh komoditas mulai beras, jagung, kedelai, bawang merah, cabe, daging, telur semuanya ketersediaannya cukup sampai menjelang lebaran," pungkasnya.

Video Terkait