Ahli Gizi: Asupan Serat Cukup Bisa Jaga Kadar Kolesterol dan Gula Darah

Ilsutrasi makanan tinggi serat yang bikin umur panjang masyarakat zona biru. (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Selasa, 29 Maret 2022 | 18:40 WIB

Sariagri - Spesialis gizi klinik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Cindy J. Pudjiadi, SpGK, mengatakan konsumsi serat yang cukup dapat menjaga kadar kolesterol dan gula darah, sekaligus mengoptimalkan saluran pencernaan.

Cindy yang meraih gelar spesialis dari Universitas Indonesia itu memaparkan, ada dua jenis serat pangan yakni serat larut dan serat tidak larut.

"Serat larut memiliki manfaat untuk membantu menjaga kadar lemak darah terutama kolesterol serum low-density lipoprotein (LDL) atau lemak jahat, dan membantu menjaga kadar gula darah," kata Cindy dalam sebuah acara virtual pada Selasa.

Cindy juga mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama satu bulan, orang-orang yang mengganti makan pagi dan makan malam dengan suplemen nutrisi kaya serat merasakan beberapa dampak positif terhadap kesehatannya.

Orang-orang tersebut, kata Cindy, mengalami perbaikan dalam indeks massa tubuh (BMI) terutama di persentase lemak tubuh.

"Mereka mengalami penurunan lemak tubuh. Lemak tubuh ini meningkatkan risiko segala macam penyakit. Jadi kalau lemak tubuh turun, maka risiko penyakit akan berkurang," ujar Cindy, seperti yang dilansir dari Antara.

"Juga, terjadi perbaikan kadar kolesterol, perbaikan kadar gula darah, rasa nyaman di perut, terjadi penurunan berat badan, dan buang air besarnya lancar," lanjut dia.

Serat sebenarnya dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Namun sayangnya, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, sebanyak 95,5 persen masyarakat Indonesia masih kurang mengonsumsi serat.

Menurut Cindy, hal tersebut bisa terjadi karena padatnya kegiatan sehari-hari sehingga orang tidak begitu memperhatikan kandungan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

"Kalau kita sibuk, sayur itu terlupakan. Pokoknya yang penting makan nasi dan lauk. Sehingga, asupan serat bagi sebagian besar orang menjadi sangat kurang. Padahal, kita membutuhkan serat 25-30 gram per hari," imbuh Cindy.

Baca Juga: Ahli Gizi: Asupan Serat Cukup Bisa Jaga Kadar Kolesterol dan Gula Darah
Indonesia Masih Darurat Stunting, Pakar Ingatkan Ini

Untuk mengejar asupan serat harian yang cukup di tengah kesibukan, Cindy mengatakan hal tersebut bisa dengan mengonsumsi produk nutrisi yang kaya serat saat sarapan dan makan malam.

"Ada beberapa dari pasien saya yang kebetulan hobi makan. Jadi saya aturkan pola makannya supaya gizinya tetap seimbang, didukung olahraga yang teratur. Waktu makan paginya, diganti dengan segelas produk nutrisi kaya serat dan makan malamnya juga demikian," ujarnya.

Video Terkait