Ini Batas Aman Kita Mengkonsumsi Telur

Ilustrasi Telur (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: M Kautsar - Rabu, 16 Maret 2022 | 17:40 WIB

Sariagri - Telur merupakan salah satu sumber protein berkualitas tertinggi yang tersedia di pasaran. Terdapat zinc, choline, protein, hingga lemak baik di dalam telur.

Telur juga dinilai sangat cocok untuk dijadikan menu sarapan. Alasannya, tak ada banyak pilihan menu sarapan yang kaya akan protein.

Orang-orang yang ingin mendapatkan protein, tapi tak menginginkan kolesterol dan tambahan kalori bisa mengonsumsi bagian putih telurnya saja. Akan tetapi, penting juga untuk mengkonsumsi telur secara utuh bagi kesehatan.

Namun sebagaimana mitos yang beredar, makan telur terlalu banyak membuat kita bisulan.

Akan tetapi, mitos tersebut tidaklah benar. Ternyata kandungan kolesterol yang tinggilah membuat kita tidak boleh mengkonsumsi telur secara berlebihan.

Masalah yang masih diperdebatkan hingga saat ini ialah batas aman kita mengkonsumsi telur. Di sisi lain, telur memiliki sumber protein yang ideal dengan harga yang tidak bikin kantong jebol. Banyak yang penasaran, berapa banyak telur yang aman dikonsumsi dalam seminggu?

Berdasarkan beberapa penelitian mengatakan bahwa konsumsi satu atau dua telur per hari tak memunculkan masalah pada kadar kolesterol sebagian besar orang.

Namun, orang-orang yang sejak awal sudah memiliki kadar kolesterol tinggi peru lebih membatasi konsumsi telur menjadi kurang dari satu butir per hari.

Menurut beberapa ahli menjelaskan jika telur juga dapat menjadi makanan yang baik untuk menambah asupan sayur, misalnya lewat sajian omelet sayur dengan keju.

Hampir sama dengan penelitian diatas, menurut Penelitian American Journal of Clinical Nutrition menemukan batas aman untuk mengkonsumsi telur, yakni sebanyak 12 butir telur dalam 7 hari. Ini disebut tidak menimbulkan efek samping, pada pasien diabetes dan kolesterol sekalipun.

Baca Juga: Ini Batas Aman Kita Mengkonsumsi Telur
Apakah Konsumsi Telur Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Jawabannya

Para peneliti menemukan bahwa penurunan berat badan tercatat sama dalam setahun pada orang dengan konsumsi rendah telur, yakni dua butir sepekan, dibandingkan pada orang dengan konsumsi tinggi telur yakni 12 butir sepekan.

Sebanyak 7 partisipan dengan diabetes tipe 2 juga tidak mengalami efek samping seperti inflamasi, peningkatan risiko kardiometabolik dan kadar glukosa darah.

Video Terkait