Benarkah Makan Daging Bisa Bikin Panjang Umur? Berikut Penjelasan dari Ahli

Jarang Diketahui, Bagian Daging Sapi ini Tak Kalah Lezat

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 9 Maret 2022 | 15:20 WIB

Sariagri - Saat ini tengah banyak beredar informasi mengenai penelitian terbaru, yang mengungkap bahwa seseorang yang sering mengonsumsi daging merah memiliki umur yang lebih panjang. Namun fakta baru mengatakan, ternyata hasil penelitian ini adalah keliru dan tidak jelas kepastiannya.

Pada dasarnya ada banyak penelitian yang dilakukan dengan niat dan tujuan baik, tetapi beberapa diantaranya ternyata justru dianggap menyesatkan. Alasannya, penelitian ini menggunakan metode yang tidak jelas. Sama halnya dengan penelitian baru-baru ini yang menganggap orang-orang yang sering konsumsi daging merah dianggap memiliki potensi panjang umur.

Dilansir dari Plant Based News (8/3), sebuah penelitian di Australia mengungkap bahwa makan daging memiliki korelasi dengan harapan hidup yang lebih lama. Penelitian ini membandingkan harapan hidup dengan konsumsi daging menggunakan data populasi 175 negara dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Para peneliti mengungkapkan bahwa negara-negara dengan asupan daging yang lebih besar juga memiliki harapan hidup yang lebih besar, sehingga memutuskan keduanya saling berkaitan.
Menurut data terbaru yang dikumpulkan dari FAO. mencantumkan lima konsumen daging teratas yakni Hong Kong, Amerika Serikat, Australia, Argentina dan Spanyol. Sementara lima negara terbawah adalah Ethiopia, India, Bangladesh, Republik Demokratik Kongo, dan Burundi.

Namun sayang, pernyataan ini banyak dibantah dan tidak disetujui. Pasalnya hasil penelitian tersebut dianggap tidak dilakukan secara objektif. Selain itu para peneliti juga tidak membandingkan kualitas makanan yang dimakan masyarakat di berbagai negara. Oleh karenanya penelitian ini dianggap menyesatkan karena lebih mengungkap opini dibandingkan fakta.

Bahkan peneliti juga dituding tidak mengaitkan beberapa hal mengenai faktor pendidikan, pendapatan, kesehatan masyarakat, dan akses ke air bersih. Mereka hanya melihat pada besarnya konsumsi daging pada tiap individu.

Dalam penelitian tersebut juga membandingkan beberapa hal seperti kalori yang dikonsumsi, kekayaan, urbanisasi, obesitas, dan pendidikan. Dalam penelitian ini juga diakui masih memiliki banyak kekurangan. "Variasi gizi antar negara mencakup lebih banyak variabel daripada yang dimasukkan ke dalam penelitian ini."

Menindaklanjuti penelitian tersebut, sejumlah ahli menyatakan bantahannya dengan pernyataan untuk menganjurkan diet daging.

"Sebuah saran diet baru-baru ini yang diterbitkan oleh Lancet Public Health menganjurkan peningkatan diet daging untuk memberi manfaat bagi kesehatan jantung dan umur panjang kita," ujar salah satu ahli.

Padahal sebenarnya dalam penelitian yang disebut tersebut menganjurkan untuk mengonsumsi diet seimbang yang mencakup buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, susu, dan daging yang tidak diproses, semuanya dalam jumlah sedang.

Komisi Lancet EAT mengatakan, diet yang kaya akan makanan nabati dan dengan lebih sedikit makanan sumber hewani memberikan manfaat kesehatan dan lingkungan yang lebih baik.

Baca Juga: Benarkah Makan Daging Bisa Bikin Panjang Umur? Berikut Penjelasan dari Ahli
Penelitian: Makanan Organik Lebih Sehat Ketimbang Makanan Konvensional, Ini Alasannya

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan, bahwa daging olahan adalah karsinogen Grup 1 yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker. Panduan Eatwell dari pemerintah Inggris juga mendorong orang untuk mempertimbangkan sumber protein alternatif selain daging. Sebagian besar penelitian bahkan menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging, terutama untuk jenis daging olahan seperti sosis, bacon dan ham.

Awal bulan ini, sebuah penelitian berdasarkan meta-analisis dan data dari studi Global Burden of Disease yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine menunjukkan bukti jelas terkait konsumsi daging. Dalam penelitian ini diungkap bahwa mengurangi daging, susu, dan makanan manis dan lebih banyak makan kacang-kacangan, biji-bijian, buah, sayuran, dan kacang-kacangan dapat membuat panjang umur lebih dari 10 tahun.

Video Terkait