Restoran Ini Bagikan Makanan Gratis Setiap Hari ke Rumah Sakit dan Warga Sipil

Ilustrasi - Makanan khas Turki. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 7 Maret 2022 | 18:25 WIB

Sariagri - Sebuah restoran Turki di ibukota Ukraina, Kiev mendistibusikan makanan gratis ke rumah sakit dan warga sipil, sejak perang berkecamuk di negara itu. Pemilik restoran itu adalah Onur Hekim, pria Turki yang telah tinggal di Ukraina selama 20 tahun.

Hekim mengatakan warga yang memasak dan mendistribusikan makanan adalah relawan. Tidak satu pun dari mereka berpofesi sebagai juru masak. Di restoran itu, mereka bekerja setiap hari mempersiapkan makanan gratis.

“Ada 10 restoran Turki di Kiev sebelum perang dimulai. Ini adalah kota yang hidup. Di restoran saya, 100 orang bekerja termasuk 20 orang Turki,” ujar Hekim.

Baca Juga: Restoran Ini Bagikan Makanan Gratis Setiap Hari ke Rumah Sakit dan Warga Sipil
Bak Nostalgia, Restoran Olamita Surganya Kuliner Khas Gorontalo di Jakarta



Saat perang berkecamuk, Hekim mengatakan karyawannya yang berasal dari Turki dievakuasi. Sementara karyawan asal Ukraina kembali ke rumah masing-masing. Setiap hari, para relawan memasak makanan untuk sekitar 400 orang.

“Pada hari pertama perang, saya memposting pesan di media sosial mengatakan saya mencari relawan yang bisa memasak. Orang-orang itu mengulurkan tangan kepada saya. Kami telah menggunakan bahan-bahan yang kami miliki di stok kami sampai saat ini. Kami memasak daging, pasta, dan bakso," kata Hekim seperti dilansir Hurriyet Daily.

Makanan itu didistribusikan ke rumah sakit, tempat penampungan, petugas kesehatan dan warga sipil.

“Kami juga berusaha mengantarkan makanan sendiri," tambahnya.

Ketika ditanya mengapa tidak meninggalkan kota, Hekim mengatakan Ukraina merupakan rumah keduanya. 

“Saya telah tinggal di sini selama 20 tahun terakhir. Ukraina adalah rumah kedua bagi saya. Semua yang saya miliki ada di sini, keluarga saya, teman-teman saya dan pekerjaan saya. Saya tidak pernah merasa seperti orang asing di negara ini. Tidak akan menyenangkan jika saya tinggal di sini ketika semuanya baik-baik saja tetapi pergi ketika keadaan menjadi lebih buruk. Saya di sini untuk membantu orang-orang yang tumbuh bersama saya,” jelasnya. 

Salah satu relawan Valantina Pributkova, wanita berusia 55 tahun bertanggung jawab di dapur. Sebelumnya Valantina adalah pemandu wisata.

“Saya berpikir dalam hati bagaimana saya bisa membantu negara saya dan rakyat saya setelah perang dimulai. Saya memutuskan untuk datang ke sini dan memasak daripada duduk dan menunggu di rumah," katanya. 

Hekim menambahkan salah satu putranya menjadi tentara. Sementara putra dan putrinya yang lain membantu menyiapkan makanan di restoran.

"Setelah selesai di sini, kita kembali ke rumah," harapnya.

Video:

Video Terkait