Canggih! Ilmuwan Bikin Daging dari Bahan Udara, Bakal Jadi Makanan di Masa Depan?

Ahli fisika bikin daging yang berasal dari udara (Instagram / airprotein)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 3 Maret 2022 | 12:50 WIB

Sariagri - Alternatif daging nabati seperti Impossible Foods atau Beyond Meat sangat populer akhir-akhir ini. Bahkan disebut-sebut sebagai masa depan industri daging yang berkelanjutan.

Namun, sebuah perusahaan rintisan bernama Air Protein membawa keberlanjutan ke tingkat yang sama sekali baru dengan protein yang bersumber dari udara. Para peneliti di sana pada dasarnya mengandalkan sekelompok mikroba yang mampu mengubah CO2 menjadi asam amino. Dengan demikian, produk akhir dari proses ini berupa tepung berbasis protein yang dapat digunakan untuk membuat sekumpulan produk daging.

"Ini fermentasi yang dibayangkan kembali, ini ditata ulang dengan cara yang membuatnya menjadi karbon negatif. Saat kamu melakukan fermentasi hari ini, sebenarnya menghasilkan CO2. Sebaliknya, budaya kita mengonsumsi unsur-unsur udara dan mampu membuat tepung bergizi yang bebas karbon," ujar CEO Air Protein dan ahli fisika, Lisa Dyson, dikutip dari odditycentral.

Air Protein adalah satu-satunya startup yang saat ini terlibat dalam pembuatan protein dari udara, tetapi teknologi mereka terinspirasi oleh penelitian yang dilakukan NASA pada 1960-an.

NASA mencoba menemukan cara agar astronot dapat menumbuhkan makanan mereka sendiri dalam perjalanan luar angkasa dan menemukan mikroba ini, yang disebut hidrogentrof. Dalam keadaan yang tepat, mikroba ini memakan CO2 dan menghasilkan asam amino.

Proses di balik layar jelas jauh lebih rumit daripada apa yang telah diungkapkan Air Protein sejauh ini, tetapi perusahaan mengklaim bahwa itu juga merupakan cara paling berkelanjutan untuk memproduksi protein saat ini.

Baca Juga: Canggih! Ilmuwan Bikin Daging dari Bahan Udara, Bakal Jadi Makanan di Masa Depan?
Mengenal Pepperoni Pizza dan Cara Pembuatannya

"Input utama produk ini adalah elemen udara yang kita hirup, sehingga jumlahnya melimpah dan ada di sekitar kita," ujar Dyson.

Keuntungan utama lain yang dimiliki protein yang bersumber dari udara dibandingkan daging konvensional dan banyak alternatif nabati lainnya adalah waktu produksi. Tepung kaya protein dapat diproduksi dalam hitungan hari, dibandingkan dengan tahun yang diperlukan untuk memelihara ternak dan bulan serta sumber daya yang dibutuhkan untuk bercocok tanam.

Video Terkait