Santan Alami atau Instan, Manakah yang Lebih Sehat?

Ilustrasi olahan santan. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: M Kautsar - Senin, 21 Februari 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Beraneka ragam makanan di Indonesia salah satunya adalah olahan dengan menggunakan santan. Makanan yang satu ini biasanya memiliki rasa khas untuk penikmatnya.

Untuk kepraktisan dalam memasak, kebanyakan orang akan menggunakan santan instan atau kemasan. Santan yang biasa dijual di warung-warung hingga supermarket tersebut mudah dicari dengan harga yang murah.

Santan instan dijual dalam beberapa tipe yaitu encer, kental dan bubuk. Sementara untuk mendapatkan santan alami biasanya harus dibeli di pasar.

Kedua jenis santan ini memang sering digunakan oleh banyak orang. Namun, manakah yang lebih sehat antara santan alami dan instan?

Melansir sejumlah sumber, untuk mengetahui sehat atau tidaknya tentu saja harus dicermati komposisi santan. Untuk santan kemasan biasanya terdapat komposisi sirup jagung yang mengandung fruktosa sebagai pengawet buatan.

Fruktosa juga berguna untuk memberikan rasa manis pada santan. Sehingga santan instan biasanya cocok untuk membuat makanan ringan.

Namun kadar fruktosa yang terlalu tinggi bisa berdampak buruk bagi masalah kesehatan seperti fructose malabsorption (FM) atau gangguan pencernaan yang bisa mengganggu perjalanan fruktosa di usus kecil.

Ketika fruktosa tidak tercerna dengan baik akan mengurangi penyerapan air ke dalam usus. Sebaiknya, jangan terlalu sering menggunakan santan kemasan dalam jumlah berlebihan.

Baca Juga: Santan Alami atau Instan, Manakah yang Lebih Sehat?
Catat! 5 Bahaya Mengintai Jika Mengkonsumsi Santan Berlebih

Sementara santan alami memiliki daya tahan cukup singkat karena tidak memiliki pengawet. Untuk segi rasa, santan alami lebih gurih dan cocok untuk makanan berat juga ringan.

Untuk mendapatkan santan alami sebenarnya cukup mudah. Pilih kelapa tua dengan daging tebal, parut dan peras untuk mendapatkan santannya.

Video Terkait