Para Ahli Menyebutkan, Minyak Goreng Ini Paling Buruk untuk Kesehatan Jantung

Operasi pasar minyak goreng.(Sariagri/Arief L)

Editor: Tanti Malasari - Selasa, 15 Februari 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Penyakit jantung adalah penyakit berbahaya. Bahkan menurut WHO, penyakit ini termasuk dalam daftar penyakit paling mematikan.

Banyak faktor penyebab penyakit jantung, diantaranya adalah genetik dan yang penyebab utamanya adalah pola makan serta gaya hidup yang tidak sehat.

Mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi adalah salah satu ancaman terbesar untuk kesehatan jantung. Pasalnya ketika kadar kolesterol seseorang sudah tinggi, timbunan lemak akan mengganggu aliran darah di pembuluh yang menuju jantung.

Salah satu makanan yang membuat tingginya kadar kolesterol tinggi adalah makanan yang menggunakan minyak gorengyang berasal dari kepala sawit.

Minyak ini banyak digunakan untuk memasak oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut sebuah studi dari The Journal of Nutrition, minyak kelapa sawit adalah salah satu minyak goreng terburuk untuk kadar kolesterol karena lemak jenuhnya sangat tinggi.

Penelitian ini menemukan bahwa dibandingkan dengan minyak nabati yang lebih rendah lemak jenuhnya, mengonsumsi minyak kelapa sawit secara signifikan meningkatkan kadar Kolesteroljahat atau low-density lipoprotein (LDL).

Menurut Harvard Health, lemak jenuhyang ditemukan dalam minyak kelapa sawit, minyak kelapa, daging merah, mentega, dan sebagian besar es krim, sangat berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan.

Meskipun secara teknis tidak seburuk lemak trans, minyak kelapa sawit dan lain-lain masih terbukti meningkatkan kadar kolesterol.

Oleh karena itu, makanan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

Namun, alangkah baiknya jika masyarakat mengganti minyak kelapa sawit dengan lemak tak jenuh, agar dapat membantu mengurangi risiko kolesterol tinggi.

Dalam analisis 2018 yang diterbitkan dalam Journal of Lipid Research, para peneliti menemukan bahwa minyak biji seperti bunga matahari, rapeseed atau biji lobak, dan minyak biji rami adalah yang terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol.

Lemak tak jenuh lainnya, seperti minyak zaitun, masih bagus tetapi kinerjanya tidak lebih baik daripada minyak biji-bijian. Analisis ini juga menegaskan bahwa lemak jenuh seperti mentega adalah yang terburuk untuk menurunkan kolesterol.

Baca Juga: Para Ahli Menyebutkan, Minyak Goreng Ini Paling Buruk untuk Kesehatan Jantung
Pengusaha Sawit Salah Tafsir, Mendag: Implementasi Kebijakan DMO dan DPO CPO Tak Boleh Rugikan Petani

Kesimpulannya, jika seseorang memiliki riwayat penyakit jantung dan memiliki risiko kolesterol tinggi, sebaiknya hindari penggunaan minyak goreng yang berasal dari kelapa sawit.

Coba mengganti minyak kelapa sawit atau mentega dengan sesuatu yang lebih menyehatkan seperti minyak biji lobak, bunga matahari, atau minyak zaitun untuk memasak di rumah.

Cara ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit mematikan ini dan menjaga kesehatan jantung.

Video Terkait